Kategori
Today Trending

Apa Itu Virus Corona? Kenali Gejala, Penanganan dan Pencegahannya

SUKABUMITODAY.COM – Telah menggemparkan dunia, penyakit atau Virus Corona dianggap bahaya karena mampu menyebabkan kematian. Terbukti, telah memakan ratusan korban diberbagai negara. Terlaporkan hingga pada Minggu (26/1/2020) sebanyak 41 orang meninggal dunia akibat terjangkit virus ini.

Apa Itu Virus Corona?

Corona Virus adalah virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Struktur tubuh virus (virion) ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer(envelope), glikoprotein yang menyerupai paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid.

Glikoprotein koronovirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi.Koronavirus diklasifikasikan menjadi tiga golongan utama, golongan 1 dan 2 menginfeksi mamalia, mulai dari kelelawar hingga manusia. dan untuk golongan 3 hany dapat meninfeksi hewan saja.

Merupakan kelompok besar virus yang umum ditemukan pada hewan dan bersifat zoonotik. Seperti yang dikutip dari Detik, menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus tidak hanya menyebar antar hewan. Artinya, virus corona atau corona virus bisa menyebar dari hewan ke manusia.

Telah menjadi kasus serius diberbagai negara, masyarakat dihimbau kenali gejalanya untuk terhindar dari resiko yang tidak diinginkan. Lalu bagaiman gejalanya? Berikut Cianjur Today sajikan untuk Anda.

Flu dan Masalah Pernapasan

Serangan Virus Corona ini mengakibatkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang yang sama dengan flu biasa. Gejala awal Corona Virus atau penyakit Virus Corona adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, pusing, dan demam yang sudah terjadi selama beberapa hari.

Menyerang Imun Lemah

Corona Virus mampu menyerang siapa saja, akan tetapi risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misal anak kecil dan orang tua. Tercatat pasien Corona Virus Wuhan, China kebanyakan berusia lebih dari 40 tahun dan belum ditemukan pada anak-anak.

Serangan penyakit Corona Virus pada orang dengan sistem imun lemah bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius. Penyakit akibat infeksi saluran pernapasan bawah diantaranya adalah pneumonia atau bronkitis.

Penularan Kontak Langsung

Virus corona ini kasus penularan antar manusia, biasanya terjadi saat kontak langsung dengan cairan pasien. Misalnya terkena cipratan liur saat bersin atau batuk. Penularan juga bisa berasal dari menyentuh langsung pasien. Bagian tubuh yang terpapar langsung kemudian digunakan untuk menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Dikutip dari Detik, pada awalnya penyebaran virus corona pada manusia berasal dari kontak dengan hewan. Menurut WHO, penyebab virus corona adalah unta dalam kasus MERS dan kucing pada SARS. Peneliti belum yakin penyebab pasti virus corona pada kasus pneumonia di Wuhan, China.

Virus Corona VS SARS dan MERS

Virus Corona ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Karena Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus penyebab penyakit saluran pernapasan.

Seperti yang dikutip dari Kompas pada 26/01/2020, salah satu dokter spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, dr. R. Ludhang Pradipta R., M. Biotech, Sp.MK mengungkapkan, virus 2019-nCov saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut untuk bahaya yang ditimbulkan. meskipun begitu, penyebaran virus yang kini telah menjangkit 13 negara di dunia ini telah menewaskan banyak orang, dan diperkirakan akan terus bertambah.

Kemiripan penyakit atau Virus Coronan dengan SARS dan MERS mampu menjaedi perkiraan dan perbandingan para pakar peneliti dari berbagai ciri-ciri yang tidak jauh berbeda dengan kasus SARS vdan MERS yang pernah terjadi. Lalu, jika begitu seperi apa virus SARS dan MERS? berikut ulasannya kami sajikan untuk Anda.

SARS-CoV

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus atau lebih dikelan SARAS virus pertama kali ditemukan di China pada November 2002 lalu. Virus ini menyebabkan wabah mematikan di seluruh dunia pada kurun waktu 2002-2003.

Tercatat, sebanyak 777 penduduk meninggal dunia dari 8.098 kasus. Akan tetapi, para peneliti menyimpulkan, SARS virus memiliki tingkat kematian sebesar 10 persen. Bagi pasien yang terjangkit SARS, pada umumnya sebanyak 20-25 persen mengalami diare. Selain itu, gejala SARS yang dialami biasany penderita menggigil pada tubuh, demam, batuk kering, dan sakit di bagian dada atau bahkan mengalami gangguan pernapasan.

MERS-CoV

Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau lebih dikenal MERS virus, pertama kali ditemukan di daerah Timur Tengah, dengan ditemukan enam orang dengan gejala gagal pernapasan pada tahun 2012. Yang kemudian, dua orang di antaranya meninggal dunia.

Dari laporannya MERS memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada SARS yakni sebesar 37%. Saat itu kasus menjadi meluas, di Arab Saudi tercatat 22 orang meninggal dunia dari 44 kasus yang terjadi. Seperti yang dikutip dari Kompas seorang peneliti dari Erasmus Medical Center (EMC) di Belanda, Ron Fouchier mendunga MERS penularannya berasal dari kelelawar.

Virus penyakit ini mewabah ke negara-negara di Eropa, seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia pada tahun 2013. WHO sempat mengeluarkan peringatan bahwa MERS dapat menjadi ancaman dunia. Bagi orang yang terinfeksi MERS dilaporkan mengalami peningkatan konsentrasi sitokin proinflamasi yang juga dikaitkan dengan peradangan paru dan kerusakan paru-paru yang luas dan cukup parah. Adapun MERS juga memiliki tanda dan gejala masalah pencernaan pada usus, salah satunya diare.

Penanganan yang Terjangkit Corona

Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena sebenarnya hingga saat ini belum ditemukan obat yang pasti untuk mengobati jangkitan virus ini. Meskipun begitu, riset terus dilakukan seiring masifnya serangan virus.

Para dokter kini hanya bisa menangani gejala coronavirus dengan meresepkan pengobatan untuk menangani demam dan nyeri yang dirasakan penderita. Selain itu, humidifier dan mandi air hangat bisa membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. dan memastikan meminum air putih dengan cukup, melalukan istirahat dengan sebaikan mungkin, dan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh.

Saat ini, pencegahan dan antisipasi sangan dianjurkan dengan tidak melakukan kontak langsung dengan pasien kecuali dalam kondisi tertentu. dan jika telah kontak dengan pasien, pastikan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh diri sendiri.

Namun, jika Anda harus bepergian ke daerah yang terinfeksi virus corona di Wuhan disarankan menghindari pasar hewan, menutup hidung dan mulut, dan segera ke dokter bila merasakan penurunan kondisi tubuh. hal itu perlu dilakukan, untuk mengantisipasi diri Anda dari jangkitan coronavirus.

Oleh karena itulah, diharap Anda mampu waspada pada hal ini, sebisa mungkin hindari kemungkinan-kemungkinan terjadinya tertular coronavirus.(ct4/afs)

Artikel diolah dari berbagai sumber

Kategori
Today Trending

Bentrok Ormas BPPKB dan Sapu Jagat Berakhir Pembacokan, Kapolda Turun ke Lokasi

SUKABUMITODAY.CO, Sukaraja – Suasana di daerah Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, memanas dari Jumat (24/1/2020) malam hingga Sabtu (25/1/2020) pagi.

Sabtu sekitar pukul 04.00 WIB, ratusan massa yang diduga dari kelompok ormas BPPKB bergerak dari arah Sukalarang menuju Cisero, Kecamatan Sukaraja, diduga ingin mendatangi markas Sapu Jagat. 

Dikutip dari sukabumiupdate.com, massa yang datang dari arah Cianjur ini dilengkapi senjata tajam dan bambu. Di lokasi, polisi dan TNI terus berupaya menahan massa tersebut. 

Kejadian ini menyebabkan Jalan Raya Sukabumi-Cianjur sempat tidak bisa dilintasi kendaraan. Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi sudah berada dilokasi untuk meredam massa.

Kini kedua kubu massa sudah membubarkan diri setelah datang Kapolda dan jalan Sukabumi-Cianjur kini sudah dilintasi kendaraan sekitar pukul 07.15 WIB.

Bentrok kedua ormas ini buntut dari tiga anggota BPPKB yang dibacok diduga anggota Sapu Jagat di daerah Sukalarang, Jumat (24/1/2020).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo, sebelumnya menyebut bentrokan dan aksi pembacokan ini disebabkan oleh adanya kesalahpahaman di antara sekelompok pemuda. Pihaknya mengaku tengah menangani dan memproses hukum pasca peristiwa tersebut.(*)

Sumber: Sukabumi Update

Kategori
Today Trending

Viral Bentrok Ormas Tiga Orang Korban Penuh Luka Bacok

SUKABUMITODAY.CO – Viral tayangan bentrok ormas di perbatasan Sukabumi Cianjur dengan sejumlah pemuda penuh luka di media sosial serta grup WhatsApp, Jumat (24/1/2020).

Berdasarkan semua rangkaian video viral itu, diduga korban merupakan anggota ormas BPPKB (Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar) Banten.

“Tolong-tolong a1 a1, anak BPPKB batas dibacok,” kata perekam video yang memperlihatkan dua pemuda berseragam hitam BPPKB Banten penuh darah di kepala dan wajah ketika ditangani tim medis. Selain itu, perekam itu pun mengungkapkan kelompok penyerangannya, serta jumlah korban luka.

“…korban tiga orang…,” ungkap pria yang berulang kali meminta pertolongan dalam video itu.

Di video lainnya, tampak seorang anggota BPPKB Banten sedang berada di pinggir jalan dengan latar tapal batas Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Pria itu memperlihatkan luka hasil sabetan senjata tajam (sajam) di lengan sebelah kirinya, sambil mengecam kelompok pelaku secara berulang kali.

Pertarungan jalanan ini juga direkam oleh para pengendara yang melintasi Jalan Raya Sukabumi Cianjur. Dalam salah satu video, tampak sebuah perkelahian yang terjadi di depan bangunan dengan gerbang besar.

Polisi Benarkan Bentrok Ormas di Perbatasan Sukabumi Cianjur

Sementara itu, Kapolsek Warungkondang AKP Gito menyebut, pihaknya telah menerima kabar tentang video bentrok ormas itu.

“Sudah kirim anggota, dipastikan di Cimangkok, Sukalarang, Kabupaten Sukabumi,” ungkap Gito dikutip Pojoksatu.id, Jumat (24/1/2020).

Dari bentrok itu, terdapat tiga orang korban dari ormad BPPKB dan langsung dibawa ke RSUD Cianjur guna mendapatkan penanganan medis. Kemudian, kasus bentrok ormas ini pun ditangani Polres Sukabumi.

“Tiga korban itu warga Cianjur,” sambung dia.

Sementara itu juga, salah seorang petugas jaga RSUD cianjur membenarkan bahwa pihaknya telag menerima tiga orang korban bentrok ormas.

Seorang korban mengalami luka sayatan di lengan sebelah kanan. Sedangkan dua lainnya mengalami luka sabetan senjata tajam (sajam) yang dinilai cukup parah.

“Satu kena bagian wajah. Di atas mulut, kalau satunya kena sabetan di leher belakang,” ungkapnya.

Kategori
Trending

Gubernur Kalteng Lempar Botol di Pertandingan Kalteng Putra FC versus Persib Bandung

SUKABUMITODAY.CO, Kalteng – Tindakan tidak terpuji dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran saat pertandingan antara Kalteng Putra FC versus Persib Bandung, Jumat (1/11) malam.

Keributan terjadi saat Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, yang sedang menonton di tribun VVIP, diduga melempar botol air mineral ke arah lapangan. Padahal, aksi tersebut jelas dilarang.

Kapolresta Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, perbuatan yang dilakukan Gubernur Kalteng itu sangat provokatif dan dapat memicu penonton lain untuk melakukan hal yang sama.

Bila hal tersebut dibiarkan bisa menimbulkan kericuhan.

“Sebagai penanggung jawab dalam pengamanan di pertandingan sepak bola kami memiliki kewenangan untuk melakukan teguran,

maupun tindakan kepolisian lain agar tetap terjaga keamanan dan ketertiban selama dan setelah pertandingan.

Kita harus pastikan keamanan pemain, official, penonton, dan masyarakat kota Palangka Raya jangan sampai terganggu,” tegas Timbul dalam keterangan tertulis seperti dikutip kumparan, Sabtu (2/11).

Timbul sangat menyayangkan perbuatan Sugianto tersebut. Ia mengatakan, aksi Gubernur Kalteng melempar botol air mineral akhirnya diikuti penonton lain.

Pihaknya kemudian menegur dari bawah tribun agar tidak melakukan pelemparan lagi ke arah lapangan.

Rupanya Sugianto tidak terima atas teguran tersebut dan turun ke lapangan menemui Timbul yang saat itu sedang bertugas sebagai penanggung jawab pengamanan.

“Mungkin saat itu Gubernur emosional atas tindakan wasit, kemudian melempar botol ke lapangan.

Begitu dia lempar botol ke lapangan, akhirnya diikuti oleh para penonton yang lain dengan melempar botol ke dalam lapangan.

Saat saya tegur ternyata dia tidak berkenan dan malah turun ke lapangan,” tutupnya.(bbs)

Kategori
Today Trending

Cabuli Santri, Oknum Guru Ngaji Terancam Penjara 15 Tahun

SUKABUMITODAY.CO, Sumenep – Gufron (45), oknum guru ngaji di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terancan penjara 15 tahun karena cabul terhadap santrinya. Hal itu terungkap ketika Polres Sumenep menggelar press release pada Rabu, (30/10/2019).

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, mengatakan pihaknya telah menangkap pelaku di Pulau Giliyang, Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Pencabulan itu sudab terjadi beberapa bulan lalu.

“Kejadian tersebut pada bulan Juni 2019 sekitar pukul 00.00 WIB. Korban (S) disetubuhi oleh pelaku di dalam ruang kelas di Yayasan Nurul Imam Alamat Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek,” tuturnya.

Saat itu korban (S) bermalam di rumah pelaku. Sekitar pukul 00.00 WIB, korban di-SMS oleh pelaku untuk datang ke ruang kelas yayasan. Di sana, pelaku sudah menunggunya dan mengajak persetubuhan.

Tak sampai di situ, korban dilakukan pencabulan di kamar Hotel Safari dan berikutnya di dalam kandang ayam di Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S, menjelaskan menurut informasi tersangka Gufron pelaku cabul merupakan ustadz atau guru ngaji. Ia dijerat pasal 81 ayat (1)(3) dan pasal 82 ayat (1)(2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Barang bukti yang diamankan dari kejadian pencabulan tersebut yaitu jaket, kaos, baju dalam dan celana dalam,” tandasnya. (*)

Kategori
Today Trending

Bejat! Tangkal Santet Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Telan Sperma

SUKABUMITODAY.CO, Banten – Junaedi (38), warga Kampung Onyam, Kelurahaan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang tega menggauli anak kandungnya berinisial NK (16) hingga hamil.

Tak puas menyetubuhi, Junaedi juga menyuruh gadis di bawah umur tersebut untuk menelan sperma sebagai obat tangkal santet atau teluh.

Kasus persetubuhan anak kandung oleh ayahnya sendiri ini terbongkar setelah korban bercerita ke ibu kandungnya. Karena tak terima, ibu korban melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fredy Irawan menjelaskan, korban yang masih duduk di bangku SMA selama ini tinggal bersama pelaku.

Modus Tangkal Santet

Sedangkan ibu kandungnya tinggal terpisah usai keduanya bercerai. Selama tinggal dengan ayahnya pada 2018 lalu, korban disetubuhi berulang-ulang hingga hamil.

“Modus operandinya, seolah terdapat santet di tubuh korban. Singkatnya, tersangka menyetubuhi korban dan sisa sperma di kemaluan korban disuruh ditelan untuk mengobati santet atau teluh ditubuh korban. Persetubuhan ini dilakukan berulang-ulang dari 2018 hingga korban hamil,” kata Fredy kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Tangsel, Senin (28/10).

Kasus terbongkar setelah ibu kandungnya curiga dengan perubahan fisik korban saat bertemu.

Setelah didesak, korban akhirnya menceritaknn ke ibu kandungnya perbuatan bejat ayahnya sendiri. Tidak terima atas perbuatan pelaku itu, ibu korban langsung melaporkan kasus ini ke PPA Satreskrim Polres Tangsel.

Setelah mendapat laporan itu, tim PPA Satreskrim langsung bertindak. Selain melakukan visum kepada korban, juga menangkap tersangka di rumahnya.

“Tersangka kami amankan tanpa perlawanan, meskipun awalnya mengelak namun tersangka akhirnya mengaku memperkosa anak kandungnya, terakhir dilakukan, Sabtu (21/9) lalu,” ungkapnya.

Pelaku Tak Kuasa Menahan Hasrat

Menurut Fredy, pelaku mengaku tega memperkosa anaknya sendiri karena tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya setelah bercerai dengan istrinya.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku khilaf dan menyesal telah melakukan perbuatan itu.

“Dari TKP (tempat kejadian perkara_red), kami mengamankan beberapa barang bukti di antaranya satu potong bra warna putih, satu potong celana dalam korban, satu potong celana tersangka,” tuturnya.

Akibat perbuatannya itu, tambah Fredy, pelaku dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 KUHP pidana dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

”Karena dilakukan terhadap korban yang masih dalam asuhan orang tua maka ditambah lagi sepertiga hukuman dari putusan hukuman,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, tetangga tersangka, Ani Susanti (30) mengaku tidak tahu persis kelakuan bejat Junaedi, meski kelakuan bejat itu sudah dilakukan sejak 2018 lalu, seperti keterangan pihak Kepolisian.

“Para tetangga semua kaget setelah tersangka ditangkap polisi. Tetangga tidak mengira, apalagi secara fisik tubuh korban tidak ada perubahan bila dilihat sepintas,” kata perempuan yang rumahnya di depan rumah tersangka.

Dimata tetangga, lanjut Ani, korban berkelakuan baik. Biasanya setelah korban pulang sekolah langsung masuk ke rumah dan tidak pernah main seperti anak seusiannya. Sedangkan, tersangka setiap hari bekerja di salah satu pabrik, Kecamatan Curug.

“Korban orangnya baik, tidak suka main-main. Sejak bapaknya cerai dengan ibunya, korban memilih tinggal dengan tersangka. Mungkin sekolahnya lebih dekat dari rumah bapaknya,” ungkapnya.

Ani berharap, kepolisian bisa memberikan hukuman setimpal atas perbuatan tersangka. Sementara kepada korban, diharapkan tidak putus sekolah.

“Sejak peristiwa itu terbongkar, korban tidak pernah terlihat. Mungkin sedang menenangkan diri di rumah ibu kandungnya. Saya berharap sih, korban tidak berhenti sekolah,” katanya.

Sumber: Bantenraya.com

Kategori
Trending

Diperiksa 1X24 Jam Atas Dugaan Prostitusi Online, PA Sudah Bisa Pulang

SUKABUMITODAY.CO, BATU – Kasus prostitusi online yang melibatkan pesohor seakan tak ada habisnya. Pada Jumat (25/10) malam, personel Polda Jawa Timur kembali mengungkap bisnis prostitusi yang kali ini menjerat seorang public figure berinisial PA.

PA ditangkap di salah satu hotel di Kota Batu, Jawa Timur, bersama tiga orang lain yakni terduga muncikari, Julendi, pelanggan berinsial YW, dan sopir yang mengantarnya ke Batu.

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, menyebut PA merupakan mantan finalis Putri Pariwisata tahun 2016.

“Iya (Putri Pariwisata) mungkin saja,” ucap Leo di kantornya, Sabtu (26/10).

Berangkat Ke Batu Bersama Mucikari

Leo menjelaskan, PA berangkat ke Batu dari Jakarta untuk memenuhi layanan transaksi seksual dengan YW yang memiliki KTP NTB. Dirinya ditemani seorang muncikari dalam transaksi seksual tersebut.

“Kalau dari domisilinya di Jakarta, yang kita lihat keterangannya dan tiket yang dia bawa ada dari Jakarta landing di Malang,” ujarnya.

“(Di kamar) cuma berdua, yang mucikari ada di kamar lain dan sopir di luar. Karena dia (sopir) antar dan sewa saja dan dia hanya sebagai saksi. Karena dia hanya mengantarkan yang disewa dan mengantarkan,” imbuhnya.

Meski demikian, Leo enggan membeberkan rinci siapa PA dan YW. Sebab pihaknya masih memeriksa keempat orang itu.

“Sekarang masih proses pemeriksaan 1×24 jam utk menentukan tindak lanjut dari pemeriksaan empat orang,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan pihaknya menemukan bukti transaksi prostitusi yang melibatkan PA. Bukti transaksi itu nilainya mencapai Rp 13 juta.

“Ada Rp 13 juta itu untuk uang muka,” kata Barung di Makassar, Sabtu (26/10). “Petugas menemukan aliran dana dan langsung menyita bukti itu”.
Menurut Barung, duit tersebut ditransfer oleh YW langsung ke rekening PA.

Barung mengatakan, transaksi menggunakan akun media sosial untuk branding dan menjajakan diri ke penggunanya.

“Dia gunakan media sosial untuk melakukan branding. Dan setelah transaksi deal, langsung ok. Makanya kami berani mengatakan ini prostitusi online,” ujar Barung.

Barung menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaaan, polisi telah menetapkan PA dan Julendi sebagai tersangka.

“Tersangkanya adalah satu muncikari, kedua adalah PA itu sendiri,” tutup Barung.

Updated

Polisi telah memulangkan PA usai bersaksi selama 1×24 jam. “Sementara ini masih saksi,” jelas Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Gideon Arif Setyawa, di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (27/10) dini hari.

Pemulangan serta penetapan status saksi terhadap PA, otomatis meralat ucapan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Sebelumnya, Frans menyebutkan PA ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, sang muncikari, Juleni, ditetapkan sebagai tersangka. “Sementara si J yang pasti (tersangka), pasal 296 KUHP 506, menerima atau mengambil keuntungan dari kegiatan itu prostitusi,” ujar Gideon.