Kategori
Today

Masuki PSBB Jilid 2, Ini Syarat Bisa Masuk Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO – Kabupaten Sukabumi akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua. Masyarakat dari luar daerah  harus melalui beberapa syarat untuk masuk ke Sukabumi.

Tidak jauh berbeda seperti saat PSBB sebelumnya, setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Sukabumi terlebih dulu akan diarahkan masuk ke check point terlebih dahulu.

Check point akan berada di Terminal Cicurug, diperbatasan Bogor dengan Sukabumi, tepatnya Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Bagi masyarakat luar daerah yang tidak ada kepentingan khusus, maka akan diminta untuk putar balik.

Pamenwas OPS Polres Sukabumi, Kompol Maryono, mengatakan masyarakat yang ingin masuk ke wilayah Sukabumi itu harus memenuhi prosedur. Yaitu memperlihatkan surat keterangan.

“Jika masyarakat masih ingin masuk ke wilayah Sukabumi, minimal memperlihatkan surat keterangan tugas dari instansi atau perusahaan,” jelas Maryono, Rabu (27/5/2020).

Adapun bagi masyarakat yang sedang berdinas, tetapi mendesak harus masuk ke Sukabumi, maka harus membuat laporan ke RT dan RW setempat. “Dan untuk masyarakat yang pulang ke Sukabumi diharapkan untuk lapor ke RT dan RW setempat,” terangnya.

Sejauh ini berdasarkan hasil pemantauan petugas kendaraan, yang datang ke Sukabumi itu kebanyakan berasal dari Bogor. “Kendaraan yang datang ke Sukabumi itu mayoritas merupakan warga Bogor,” pungkasnya.

Adapun penyekatan ini dilakukan hingga 29 Mei mendatang. (ega/rrz)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Today

PSBB Kota Sukabumi Tak Diperpanjang

SUKABUMITODAY.CO – Pemerintah Kota Sukabumi tidak akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Ia mengatakan berdasarkan hasil evaluasi PSBB yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi telah masuk dalam kategori level 2 atau zona biru. Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membagi daerah ke dalam 5 level atau zona.

Level 5 atau zona hitam (kritis), level 4 atau zona merah (berat), level 3 atau zona kuning (cukup berat), level 2 atau zona biru (moderat), dan level 1 atau zona hijau (rendah). Meski demikian Kota Sukabumi tetap dianjurkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk tetap  melakukan pengetatan, physical distancing dan sebagainya.

Dalam situasi sekarang, perekonomian harus berjalan dengan baik dan longgar, tidak seperti PSBB.

Jalan Ahmad Yani Tetap Ditutup

Meskipun tidak memperpanjang PSBB, namun untuk Jalan Ahmad Yani masih ditutup secara total untuk kendaraan. Tepatnya dari persimpangan Jalan Zaenal Zakse, dan Jalan Stasiun Timur hingga persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Yulius Usman.

Untuk swalayan dan toko di luar Bapokting (Bahan Pokok Penting) juga sudah dapat buka seperti biasa, yakni sampai dengan pukul 16.00 WIB. Lalu untuk swalayan dan toko yang menjual Bapokting buka sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Untuk restoran atau warung makan buka sampai dengan pukul 22.00 WIB, namun tetap hanya dapat  melayani take away atau untuk dibawa pulang.

Untuk Ojol (Ojek Online) sudah bisa narik lagi penumpang, namun untuk Angkot penumpangnya masih tetap harus 6 orang.

Bisa Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Adapun terkait Sholat Idul Fitri, pemerintah kota Sukabumi tidak akan menggelar salat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota Sukabumi mengatakan  kaum muslimin dapat menjalankan ibadah sholat idul fitri di masjid masing-masing, apabila situasinya sudah sangat aman. Tetapi tetap  harus menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id

Kategori
Today

Mahmud Hanyut di Sungai Cimandiri

SUKABUMITODAY.CO, Cikembar – Seorang pria bernama Mahmud Setiawan (28) hanyut di Sungai Cimandiri, tepatnya Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/5/2020) siang.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengatakan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sukamaju mendatangi lokasi hanyutnya pemuda di sungai Cimandiri. Ciri-cirinya berambut mohak berwarna merah, tinggi 158 Cm, berkulit sawo matang.

Peristiwa pemuda hanyut di Sungai Cimandiri ini bermula ketika sembilan pemuda hendak mancing sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian sekira jam 12.00 WIB, empat pemuda bernama Sigit, Badru, Anggit, dan Ihsan hendak menyebrang sungai menggunakan ban.

“Akan tetapi Sigit dan Anggit terbawa arus, sehingga Anggit terlepas dari ban dan bertahan di posisi sebelah kiri. Sedangkan Sigit bersama ban ke sebelah kanan,” paparnya kepada Sukabumi Today, Selasa (19/5/2020).

Aah menambahkan, saat itu Mahmud langsung mengambil ban tersebut dan terbawa arus. Sekitar jarak 50 meter, saksi melihat korban terlepas dari ban dan menghilang terbawa arus.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lanjutan terkait kondisi korban yang hanyut di Sungai Cimandiri ini.(ian/rez)

Kategori
Today

Baznas Kota Sukabumi Tetapkan Zakat Fitrah Rp32 Ribu per Orang

SUKABUMITODAY.CO – Menjelang Idul Fitri Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menetapkan hitungan Zakat Fitrah Tahun 1441 Hijriyah di Kota Sukabumi Rp30 ribu. Bisa juga dengan beras seberat 2,5 kilogram ditambah Infaq Ramadan Rp2 ribu per jiwa.

Ketua Baznas Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya, mengatakan dengan begitu totalnya menjadi Rp32 ribu per jiwa. Sedangkan untuk Juknis (Petunjuk Teknis) Pendistribusian Zakat Fitrah di Kota Sukabumi Tahun 1441 Hijriyah atau Tahun 2020 Masehi, telah diatur dalam Permenag (Peraturan Menteri Agama) Nomor 52 Tahun 2014, yakni dengan Beras seberat 2,5 kilogram atau 3,5 liter.

Hasil Zakat Fitrah berapa beras nantinya akan didistribusikan kepada mustahik, fakir, miskin, fisabillilah, ibnu sabil dan ghorimin sebesar 62,5 persen atau 5 per 8 bagian yakni 1,5 kilogram.

Kemudian kepada Amilin atau Pengumpul Zakat 12.5 persen atau 1 per 3 bagian yakni 0,313 kilogram, yang terdiri dari Amilin RW 7,5 persen atau 0,1875 kilogram, Amilin Kelurahan 3 persen atau 0,075 kilogram, dan Amilin Kecamatan 2 persen atau 0,050 kilogram.

Serta disetorkan ke Baznas sebesar 25 persen, atau 2 per 8 bagian yakni 0,625 kilogram, untuk mustahik, mualaf dan riqob.

Sedangkan hasil Zakat Fitrah berupaya uang, sebesar Rp. 30 ribu, akan didistribusikan kepada mustahik, fakir, miskin, fisabillilah, ibnu sabil dan ghorimin 62,5 persen atau Rp. 18.750,00.

Kemudia kepada Amilin 12,5 persen atau Rp. 3.750,00, yang terdiri dari Amilin RW Rp. 2.000,00, Amilin Kelurahan Rp. 1.000,00, dan Amilin Kecamatan Rp. 750,00. Selanjutnya disetorkan ke Baznas 25 persen atau Rp. 7.500,00, untuk mustahik, mualaf dan riqob.

Adapun bagi zakat fitrah yang dilakukan melalui SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) atau Dinas dan Lembaga Rp.30 ribu, untuk Amilin SKPD atau Dinas dan Lembaga 10 persen atau Rp. 3 ribu.

Lalu setorkan ke Baznas 90 persen atau Rp. 27 ribu, yang kemudian akan dibagikan oleh Baznas. Sementara hasil Infaq Romadhon sebasar Rp. 2 ribu disetorkan langsung ke Baznas 100 persen.

Tidak didistribusikan kepada mustahik, fakir, miskin, fisabillilah, ibnu sabil dan ghorimin, hasil Zakat Fitrah Kota Sukabumi juga akan dimanfaatkan untuk Program Sukabumi Peduli bantuan perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) masyarakat.

Kemudian untuk membantu Program Sukabumi Sejahtera bantuan modal usaha kepada masyarakat, Program Sukabumi Sehat bantuan kesehatan masyarakat, Program Sukabumi Cerdas bantuan kepada anak sekolah, dan Program Sukabumi Taqwa bantuan kepada guru ngaji. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id

Kategori
Today

Seorang Perempuan Dibakar Hidup-hidup di Area Pasar Gudang

SUKABUMITODAY.CO – Seorang perempuan berinisial I (30 tahun) diduga dibakar hidup-hidup di area Pasar Gudang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Kamis malam sekira pukul 23.15 WIB. Warga sekitar lokasi kejadian menyebutkan, melihat korban berdua dengan perempuan lainnya berjalan diantara lorong pasar sebelum peristiwa.

Tak lama ia ditemukan terbakar dengan luka bakar hingga 90 persen. “Luka bakarnya hampir seluruh tubuh,” kata Ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Muhammad Yusuf Ginanjar, Jumat (15/5/2020).

Yusuf menuturkan korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 24.00 bersama pihak kepolisian. Belum diketahui apakah korban dibakar dengan bensin atau tidak, karena karakteristik luka bakar pada tubuh korban tidak dapat dibedakan.

Korban kemudian dirawat dan masih dalam penanganan. “Saat ini pasien sedang dalam penanganan tim medis di RSUD R Syamsudin SH. Tidak dapat dibedakan penyebab luka bakarnya,” ujarnya.

Sadar Namun Tak Dapat Berkomunikasi

Yusuf menambahkan perempuan yang dibakar itu sudah sadar hanya saja ia tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Ia mendapatkan luka bakar yang paling membahayakan yaitu di sekitar wajah. 

Hingga saat ini belum ada pihak keluarga korban yang tiba di rumah sakit. Hal ini membuat alamat korban belum dapat diketahui.

“Saat ini masih belum ada. Alamat belum diketahui,” pungkas Yusuf. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Today

Selama PSBB, Toko dan Swalayan Buka Sampai Pukul 12.30 WIB

SUKABUMITODAY.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menetapkan jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting, di Kota Sukabumi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Toko dan Swalayan hanya diperbolehkan buka pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu tutup.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi. Nomor 510/353/Kopdagrin, tanggal 12 Mei 2020, tentang Jam Operasional Kegiatan Perdagangan di Kota Sukabumi.

Kebijakan jam operasional swalayan dan toko ini, merupakan hasil evaluasi unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi. Isinya terkait upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kota Sukabumi.

Urai Kerumunan

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengatakan ada beberapa tahapan yang sudah dilakukan pemkot selama PSBB sebelumnya. Dari mulai mengurangi jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting, penerapan bebas parkir di Jalan Ahmad Yani, dan menutup Jalan Ahmad Yani secara total untuk kendaraan.

Namun ia menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi hal ini belum dapat mengurai kepadatan dan keramaian. Termasuk mengurangi dan membatasi pergerakan manusia di Kota Sukabumi.

Maka dari itu mulai tanggal 13 Mei 2020, ditetapkan jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting buka pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu tutup.

Adapun bagi toko bahan bangunan, toko besi, sparepart, alat-alat listrik dan bengkel, dapat buka hingga pukul 16.00 WIB. Untuk warung, toko modern atau supermarket yang menjual bahan pokok penting, buka hingga pukul 20.00 WIB.

Untuk restoran atau warung makan buka hingga pukul 20.00 WIB, namun hanya melayani take away atau untuk dibawa pulang.

Sedangkan untuk PKL (Pedagang Kaki Lima) yang buka pada pukul 17.00 WIB harus tutup pada pukul 21.00 WIB. Selanjutnya untuk perkantoran dan industri, jam operasionalnya hingga pukul 15.00 WIB.

Tidak hanya pengurangan jam operasional, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah juga melakukan penyekatan di daerah perbatasan. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id

Kategori
Today

Siapkan Ribuan Paket Sembako, Pemkot Sukabumi Luncurkan Jaring Pengaman Sosial

SUKABUMITODAY.CO – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, tetapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), Selasa (12/5/2020) di Gedung Bappeda Kota Sukabumi. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Pemkot Sukabumi akan membagikan bantuan sebanyak 10 ribu paket sembako. Nantinya paket tersebut akan dibagi kedalam 2 tahap penyaluran.

Tahap I disalurkan 5 ribu paket dan tahap II yang direncanakan minggu depan akan disalurkan 5 ribu paket sembako senilai Rp250 ribu melalui setiap Kecamatan.

Fahmi mengatakan, Pemkot Sukabumi telah menyediakan 40 ribu paket sembako selama 4 bulan, atau berarti 10 ribu paket sembako per bulan. Bantuan ini akan dikhususkan bagi warga yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Warga tidak mampu, dan telah tercatat di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Kemudian bagi warga tidak mampu karena penghidupannya terdampak covid – 19 dan belum tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Ia juga mengimbau para camat dan lurah untuk aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait JPS. Melakukan penyisiran kepada warga tidak mampu sesuai dengan kategori penerima JPS namun belum mendapatkan bantuan.

Adapun warga dapat langsung bertanya terkait JPS, melalui call centre Halo Sosial dengan nomor telepon (0266) 245 223, dan whatsapp 0857 2271 0261 serta Instagram @dinsosktsmi dan Facebook Dinas Sosial Kota Sukabumi.

Warga juga bisa mengecek data penerima JPS melalui website covid19.sukabumikota.go.id. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id

Kategori
Today

THR Dicicil, Buruh Dari Dua Perusahaan di Sukabumi Unjuk Rasa

SUKABUMITODAY.CO – Ribuan buruh dari dua pabrik garmen di Kabupaten Sukabumi, melakukan unjuk rasa menolak kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR), dimasa pandemi covid-19, Selasa (12/5/2020).

Ribuan buruh tersebut merupakan karyawan dari PT Yongjin Javasuka Garment di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, dan PT Doosan di Parungkuda.

Aksi buruh dua perusahaan ini berlangsung didalam kompeks pabrik masing-masing, dan dijaga ketat oleh petugas pengamanan pabrik. Mereka berkumpul didepan kantor manajemen masing-masing , meminta manajeman membatalkan kebijakan THR tahun 2020.

Tuntutan buruh dari kedua pabrik ini sama yaitu menolak kebijakan THR tahun 2020 yang dicicil selama beberapa bulan.

THR seharusnya mulai dibayarkan pada buruh Rabu 13 Mei 2020, namun 50 persen dari ketentuan. 50 persen sisanya akan dicicil di dua bulan kedepan, Juni 25 persen dan Juli 25 persen. 

“Intinya kami buruh minta THR dibayar penuh seperti biasa,  tidak dicicil karena kami juga bekerja penuh selama masa pandemi,” ucap salah satu buruh perempuan di pabrik PT Yongjin Javasuka Garment.

Begitupun di pabrik PT Doosan di Parungkuda, hal serupa diungkapkan para buruh.

“Kami menolak kebijakan THR yang dicicil tidak dibayar penuh sekaligus bulan ini,”  ujar salah satu buruh perempuan PT Doosan.

Dilansir dari Sukabumiupdate.com, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi,  Iyos Somantri, membenarkan ada sejumlah perusahaan yang mengajukan perubahan kebijakan thr, dimasa pandemi.

“Seharusnya hari ini ada pembahasan dengan perusahan yang mengajuan THR yang dicicil itu, rernyata ada demo soal THR itu, secepatnya kita bahas dengan dinas terkait,” pungkasnya disela rapat dengan DPRD Kabupaten Sulabumi di Kantor DPKUM. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Today

Gagal Nyalip Truk, Pemotor Tewas Terlindas

SUKABUMITODAY.COM, Parungkuda – Kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Raya Sundawenang, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/5/2020) sore. Peristiwa ini menyebabkan seorang pemotor benama Rima tewas di lokasi.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, membeberkan kecelakaan di Parungkuda itu diakibatkan motor gagal nyalip truk. Korban menggunakan sepeda motor Yamaha Mio nopol F 2975 UAP.

“Pada saat mendahului kendaraan yang berada di depannya tidak memiliki ruang yang cukup,” ujarnya kepada Sukabumi Today, Selasa (5/5/2020).

Aah menjelaskan, kecelakaan lalu lintas tersebut bermula ketika kendaraan sepeda motor yang dikendarai Rima melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Pada saat melintasi jalan tikungan ke kanan menurun, korban hendak mendahului truk Nopol AG 9497 UT di depannya.

“Diduga tidak tersedia ruang yang cukup sehingga bagian stang dari sepeda motor Yamaha Mio tersebut mengenai bagian perisai sebelah kanan dari UD Truk itu,” terangnya.

Pengendara motor diduga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Korban terjatuh ke sebelah kiri, hingga bagian kepala terlindas oleh ban belakang truk.

“Akibat kejadian itu pengendara sepeda motor meninggal dunia, kemudian korban dibawa ke RSUD Sekarwangi Cibadak,” kata Aah.

Tindakan yang dilakukan pihak kepolisian menerima laporan, mendatangi dan olah TKP. Mencatat identitas pengemudi atau pengendara, mencatat saksi-saksi dan mengamankan barang bukti STNK dan SIM. (ian/rez)

Kategori
Today

Ada Delapan Titik Pemeriksaan Wajib Masker di Kota Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO – Demi menekan penyebaran Virus Corona di Sukabumi, pemerintah berlakukan wajib penggunaan masker bagi masyarakat. Kewajiban menggunakan masker di Kota Sukabumi ini juga sudah terlihat efektif diterapkan kepada masyarakat yang masuk ke wilayah Kota Sukabumi, sejak tanggal 1 Mei 2020.

Kebijakan ini diputuskan oleh unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid19.

Tidak hanya itu, untuk memastikan kebijakan ini berjalan lancar, beberapa tokoh turut membantu dalam pemantauan kewajiban penggunaan masker ini.

Diantaranya Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, bersama Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo. Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Wisnu Prabowo, dan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada. Mereka mendatangi sejumlah Pospam (Pos Pengamanan) atau Cek Poin, diantaranya di Jalan Cemerlang dan Jalan R.A. Kosasih.

Akan ada delapan Posko (Pos Komando) Pemeriksaan Penggunaan Masker, yang dilakukan di Pospam atau Cek Poin. Bagi pengendara yang masuk kota Sukabumi tanpa masker, akan diminta balik arah, dan tidak diujikan masuk ke Kota Sukabumi. Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker.

Pemerintah Kota Sukabumi telah menugaskan para Kepala Dinas, untuk membantu Posko Pengecekan Penggunaan Masker, serta seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Mereka membatu tugas para menjaga Posko Pengecekan Penggunaan Masker, dan Petugas Gabungan dari Polres Sukabumi Kota dan Kodim 0607 Kota Sukabumi. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id