Kategori
Peristiwa Today

Kronologis dan Nama Korban Kecelakaan Maut di Jalur Cianjur – Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO, Cianjur – Kecelakaan maut terjadi di Jalur Cianjur – Sukabumi, Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Kamis (26/3/2020) hari ini. Sebuah truk tronton bermuatan yoghurt menabrak tujuh sepeda motor hingga menyebabkan dua orang tewas.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Ricky Adipratama, mengatakan kecelakaan di Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Bermula ketika sebuah truk box bernopol W 8059 UN yang dikemudikan Arie Isman melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Truk tersebut diketahui bermuatan yoghurt sebanyak 4 Ton.

Namun sewaktu menempuh jalan lurus menurun, diduga rem tidak berfungsi. Truk hilang kendali dan keluar ke kanan menabrak sejumlah sepeda motor.

Nama-nama Korban Kecelakaan

Motor yang menjadi korban di antaranya Jupiter MX bernopol F 5018 ZC, Yamaha N Max bernopol F 3233 WAD, Honda Vario bernopol F 5988 YH. Kemudian Yamaha Jupiter Z bernopol F 4136 YN, Honda Beat bermopol F 2596 ZP Yamaha Mio tanpa flat nomor, Yamaha bernopol F 9391 SZ yang sedang parkir di bahu jalan sebelah kanan.

“Selanjutnya menabrak dua orang yang bernama Diki Muhmmad yang sedang berdiri di bahu jalan sebelah kanan. Truk box kemjdian menabrak tiang telepon, lampu penerangan jalan, dan tiang papan Indomaret,” paparnya kepada Cianjur Today, Kamis (26/3/2020).

Akibat tabrakan di Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong itu, beberapa orang tewas dan luka berat. Korban tewas bernama Diki Muhammad dan Ayi Sujana. Sementara korban luka berat bernama Ujang Soleh dan Yadi. Satu orang lainnya luka ringan bernama Endang Aripin.

Selain itu kecelakaan juga mengakibatkan sejumlah kerusakan. Di antaranya tujuh sepeda motor, tiang telpon, tiang lampu penerangan jalan. Ditambah tiang papan Indomart dan tembok pagar masjid.(yan/rez)

Kategori
Peristiwa

Breaking News: Satu Orang di Kabupaten Sukabumi Positif Corona

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Satu orang warga di Kabupaten Sukabumi dinyatakan positif Corona atau Covid-19. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2020).

“Dari hasil pemeriksaan terakhir dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, satu terindikasi positif covid-19 atau corona.” ujarnya seperti dikutip dari Radar Sukabumi.

Masih kata Marwan, sebelumnya ada 13 sampel yang diperiksa. Dari semua itu ternyata hasilnya ada satu yang positif. Kemudian delapan negatif dan empat lainnya masih dalam pemeriksaan.

Kini, lanjut Marwan, pihaknya masih terus mengkaji agar penanganan PDP yang positif Corona atau Covid-19 di Sukabumi dapat dilakukan pemantauan dan pengawasan sangat intensif. Ia juga meminta kepada Puskesmas tempat pasien positif untuk mendata dengan siapa PDP tersebut melakukan kontak.

“Kami minta kepada kepala puskesmas asal PDP tersebut untuk mendata keluarga. Kemudian juga mencermati sejauh mana mobilisasi orang tersebut sebelum terindikasi positif,” tambahnya.

Hingga hari ini dilaporkan ada 79 ODP dan 16 PDP di wilayah Kabupaten Sukabumi. Marwan berharap penyebaran Corona bisa ditanggulangi.

“Mudah-mudahan kita bisa mempersempit ruang gerak sehingga penyebaran virus corona ini bisa tertanggulangi dengan baik,” tandasnya.(ct2/bbs)

Sumber: Radar Sukabumi

Kategori
Peristiwa

Cegah Pandemi Covid-19, Tempat Karaoke Tutup Sementara

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Sejumlah Management Tempat Hiburan Malam (THM) karaoke di wilayah Kota Sukabumi sepakat untuk tutup sementara mulai Sabtu (21/3/2020). Hal itu berkenaan dengan keputusan pandemi dan pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Keputusan ini telah menjadi kesepakatan bersama seluruh pihak usai rapat koordinasi lintas sektoral . Rapat digelar di Mapolres Sukabumi Kota, Sabtu (21/3/2020) sore.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi Kota, Bripka Solehudin, menyampaikan bahwa pada rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak sepakat untuk memberhentikan sementara aktivitas tempat hiburan. Lebih khususnya tempat Karaoke di Kota Sukabumi.

“Hasil kesepakatan bersama management karaoke Jazz, Cozy, Inul Vizta, Garden City, Happy Puppy dan Syahrini. Mereka semua sepakat dengan pihak pemerintah untuk melakukan penutupan sementara aktivitas karaoke.” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2020).

Ia mengatakan, hasil rapat koordinasi tersebut nantinya menjadi dasar akan keluarnya surat edaran tentang penutupan sementara THM oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Rencana penutupan sementara, dimulai sejak hari Sabtu (21/3/2020).

Surat edaran dari pemangku kebijakan kaitan penutupan tempat hiburan malam karaoke itu, secara tertulis akan dilayangkan ke semua management karaoke se-Kota Sukabumi.

“Untuk melaksanakan penutupan sementara aktivitas hingga batas waktu yang tidak ditentukan.” tandasnya.(yan/rez)

Kategori
Peristiwa

Tarif BPJS Batal Naik, Bupati Sukabumi: Lebih Baik Dibubarkan Saja

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Setelah Mahkamah Agung (MA) resmi membatalkan 100 persen kenaikan tarif BPJS, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami justru mengatakan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS sebaiknya dibubarkan.

Pendapat itu pun diungkapkan saat diwawancarai usai menghadiri Dialog dan Silaturahmi, bersama Bupati Sukabumi di Kampung Mariuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (10/3/2020).

“Kalau saya, secara pribadi ya, bubarkan saja BPJS, teu kudu mayar deui (tidak usah bayar lagi). Balikan lagi ke daerah, jadi Jamkesda lagi. Ulah lieur dua kali (jangan bikin pusing dua kali). Sudah BPJS harus dibayar oleh pemerintah daerah, masyarakat yang tidak punya BPJS nuntuk lagi ke kita, ke Pemda. Double anggaran,” tutur Marwan.

Namun perlu diperhatikan bahwa Marwan mengatakan hal ini, bukan berarti tidak patuh ataupun fatsun kepada aturan pemerintah. Namun menurutnya BPJS terkadang membuat pusing dan menjadi beban kesulitan bagi masyarakat.

“Bukan kita tidak fatsun aturan pemerintah, tapi ya itu tadi bikin lieur (pusing). Sudah utang ke rumah sakit kemudian rumah sakit balik lagi ke Pemda,” tandas Marwan.

Menurutnya, jaminan kesehatan masyarakat lebih baik kembali lagi pada sistem Jamkesda seperti sebelumnya.

“Itu pertanggungjawaban negara kan, kalau BPJS mah asuransi, kalau Jamkesda itu negara memperhatikan rakyatnya, kalau BPJS mah bayar. Tapi ketika telat sedikit, tidak bisa dikomplen, balik lagi ke bantuan sosial, kadang-kadang sok ngalieurkeun (kadang-kadang suka membuat pusing), kalau saya mah lebih setuju dibubarkan,” tegasnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan yang berisi bahwa kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan dibatalkan pada 27 Februari 2020.

Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah mengenai keputusan ini.(ct2/afs)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Peristiwa

Gempa dengan 5 Magnitudo Guncang Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di Sukabumi sore ini, Selasa (10/03/2020). Hal ini diinfokan langsung oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BMKG mencatat gempa terjadi 13 kilometer Timur Laut Sukabumi, Jawa Barat. Gempabumi ini terjadi Selasa (10/3/2020), sekitar pukul 17.18 WIB, dan terjadi di kedalaman 10 kilometer, 34 kilometer barat laut, Kota Sukabumi.

Gempa ini bahkan terasa hingga Jakarta. Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan, setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang ini merupakan gempa bumi jenis dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault),” ujarnya seperti dikutip dari rilis BMKG

Meskipun demikian BMKG menuturkan gempa ini tidak berpotensi Tsunami, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan selalu waspada.(ct2/afs)

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Kategori
Peristiwa

BMKG Peringatkan Potensi Gempa dan Tsunami di Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, zona megathrust di laut selatan Sukabumi memiliki potensi tsunami dan gempa tertarget hingga 8,7 Magnitudo. 

Artinya, jika besaran magnitudo 8,7 ini digunakan ke dalam skenario model tsunami, maka wilayah pesisir pantai Sukabumi diperkirakan dalam status ‘awas’, dengan tinggi tsunami di atas tiga meter.

Selain itu, berdasarkan hasil pemodelan, tingkat guncangan akibat gempa 8,7 Magnitudo di zona megathrust selatan Sukabumi, disebut dapat mencapai skala intensitas VIII-IX MMI yang artinya dapat merusak bangunan.

Peristiwa ini dapat terjadi dikarenakan wilayah pesisir Sukabumi, secara tektonik berhadapan dengan zona megathrust Samudera Hindia. Zona subduksi atau penunjaman lempeng aktif itu menghasilkan aktivitas kegempaan yang tinggi.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan BMKG pada  2011 lalu, zona megathrust selatan Sukabumi itu memiliki magnitudo gempa tertarget magnitudo 8,7. Sementara catatan sejarahnya lainnya menyebutkan, wilayah selatan Jawa Barat dan Banten sudah beberapa kali mengalami gempa kuat. Di antaranya 22 Januari 1780 (M=8.5), kemudian 27 Februari 1903 (M=8.1), dan 17 Juli 2006 (M=7.8).

Kajian Potensi Gempa dan Tsunami Sukabumi Bukan Untuk Menakut-nakuti

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, kajian potensi bahaya itu sangat penting dilakukan untuk tujuan mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

“Bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Melainkan, agar pemerintah daerah segera menyiapkan upaya mitigasinya secara tepat,” katanya dalam siaran tertulis. Jumat, (28/02/2020).

Meskipun demikian, masyarakat juga harus paham, ini merupakan kajian dan bukan sebuah prediksi. Maka dari itu, di tengah-tengah ketidakpastian mengenai kapan terjadinya gempa dan tsunami. Kita perlu melakukan upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah kongkrit untuk meminimalkan risiko kerugian sosial, ekonomi, dan korban jiwa seandainya gempa benar terjadi.

BMKG juga mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah tentang pentingnya memperhatikan peta rawan bencana sebelum merencanakan penataan ruang dan wilayah, termasuk penataan ruang pantai yang aman tsunami.

“Perlu ada upaya serius dari berbagai pihak dalam mendukung dan memperkuat penerapan ‘building code’ dalam membangun struktur bangunan tahan gempa,” kata Rahmat.

Tidak hanya itu, masyarakat Sukabumi juga diimbau untuk memahami dan meningkatkan kemampuan penyelamatan saat terjadi gempa dan tsunami, serta mengikuti arahan pemerintah dalam melakukan evakuasi.

“Jalur evakuasi ataupun shelter untuk tempat penyelamatan darurat perlu disiapkan dengan memadai.” kata Rahmat. (ct2/afs)