Kategori
Peristiwa

Warga Selaawi Tersambar Petir di Rumah, Sempat Tak Sadarkan Diri

SUKABUMITODAY.CO, Sukaraja – Seorang warga Kampung Kekenceng, RT 03/RW 02, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi tersambar petir saat berada di dalam rumah, Rabu (29/12/2021) sore.

Korban yang bernama Dumyati yang berusia 55 tahun itu sempat tidak sadarkan diri beberapa saat setelah kejadian.

Petugas Penanganan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukaraja, Yuda Ahmad Fahrezza mengatakan, Dumyati tersambar petir saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 17.00 WIB. 

“Tiba-tiba petir menyambar rumah milik korban dan menyambar Dumyati,” ujarnya seperti diberitakan Sukabumi Update.

Selain menyambar seorang warga, petir juga merusak perabotan elektronik yang ada di dalam rumah korban.

Seperti televisi, kipas angin, motor, dan barang lainnya hingga berantakan. Kerugian ditaksir sekitar Rp7 juta.

Meski tubuhnya sempat tersambar petir, beruntung korban selamat meskipun sempat tak sadarkan diri.

Kondisi warga yang tersambar petir pada tubuhnya saat ini terlihat mengalami luka memar.

“Sempat tidak sadarkan diri, tetapi sudah mendapatkan penanganan medis dan sekarang kondisinya membaik. Masih syok saja,” tandasnya.(*/bbs)

Kategori
Peristiwa

Kosan di Gunungpuyuh Penuh Ceceran Darah, Seperti Ini Kesaksian Warga

SUKABUMITODAY.CO – Ceceran darah ditemukan di sebuah kosan di Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Minggu (12/12/2021) lalu.

Sebelumnya, suasana sempat mencekam karena terdengar keributan yang diduga merupakan aksi pembacokan.

Aksi tersebut sempat direkam warga. Dalam video 9 detik, tampak darah berceceran di lantai kos.

Video tersebut juga masih ramai di media sosial hingga Jumat (17/12/2021).

Diberitakan Sukabumi Update, ceceran darah tersebut berasal dari dua korban pembacokan yang terjadi Minggu (12/12/2021) lalu.

Saat itu, sekitar pukul 03.30 Wib terdengar suara keributan di salah satu kamar kos.

“Terdengar ada suara keributan di kosan yang atas dan terdengar teriakan (Allahu Akbar, Allahu Akbar). Tak lama, kurang lebih 15 atau 20 menit, ada yang teriak minta tolong,” kata saksi yang enggan disebutkan namanya.

Meskipun terdengat teriakan, namun ia tidak berani keluar lantaran takut. Barulah pada pagi harinya kamar tersebut ramai.

“Saya takut melihat situasi di luar, tapi ketika pagi penghuni kos dan warga lainnya ramai. Banyak darah di lantai kamar kos itu, tidak lama pihak kepolisian datang,” tambahnya.

Kata dia, ada dua orang yang masuk ke kamar kos tersebut diduga membawa senjata tajam.

Ada dua orang yang dibacok, namun bukan penghuni kos. Mereka numpang menginap di salah satu penghuni kos berinisial B.

“Saat kejadian, ada warga lain yang melihat dua orang membawa senjata tajam masuk ke kos-kosan tersebut. Tidak tahu geng motor atau masalah dendam, karena warga di sini tidak terlalu memperhatikan yang ngekos di situ. Sejak kejadian itu pun korban pembacokan tidak diketahui keberadaannya,” terangnya.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Astuti Setyaningsih, membenarkan adanya penganiayaan di wilayah Gunungpuyuh.

Kata dia, pelaku sudah diamankan. Namun pihaknya akan merilis informasi pada Senin mendatang.

“Iya, pelaku sudah diamankan dan nanti Senin kita akan rilis,” tandasnya.(ct7/bbs)

Kategori
Peristiwa

Tabrak Truk, Peserta Demo Tewas Kecelakaan di Lingkar Selatan Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO – Seorang peserta demo UMK 2022 tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (3/12/2021) sekitar pukul 12.15 Wib.

Korban berinisial RD menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Sukabumi untuk penanganan medis.

Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat mengatakan, zaat di lokasi kejadian korban masih hidup.

Namun setelah dibawa ke rumah sakit, RD meninggal dunia. Pihak keluarga pun mengurus kepulangan jenazah untuk dimakamkan.

Peristiwa kecelakaan di Lingkar Selatan Sukabumi ini bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi F 3977 TS.

Saat itu, korban melaju dari arah Cibolang atau titik aksi menuju terminal Kota Sukabumi. Namun setibanya di lokasi kejadian tepatnya Kelurahan Sukakarya, korban diduga kurang hati-hati serta hilang kendali.

Akibatnya, sepeda motor oleng ke kiri dan menabrak belakang truk Fuso bernopol F 8471 SW yang sedang parkir di bahu jalan sebelah kiri.

“(Truk, red) ditinggal salat Jumat dan makan siang oleh pengemudi,” kata Ipda Jajat seperti diberitakan Sukabumi Update.

Pascakejadian, kedua kendaraan yang mengalami kecelakaan dibawa ke Kantor Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota di untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Korban merupakan warga Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Bekerja di salah satu pabrik di Sukalarang,” tandasnya.(rez/bbs)

Kategori
Peristiwa

Jelang Libur Panjang, PT KAI Berikan Diskon Tiket hingga 25 Persen

Sukabumitoday.co – Jelang libur panjang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon tiket hingga 25 persen. Potongan harga ini berlaku untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh melalui program promo Big Sale.

“Promo Big Sale ini merupakan wujud apresiasi kepada pelanggan KAI dalam menyambut libur panjang Hari Raya Idul Adha 1441 H” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Promo Big Sale ini akan berlaku untuk perjalanan KA tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2020. Tiketnya pun akan dibatasi, semua pelanggan dapat mendapatkan promo ini melalui pembelian tiket di aplikasi KAI Access, Web kai.id, dan seluruh mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Selain dalam menyambut libur Idul Adha, PT KAI mengadakan promo ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Melalui promo tersebut, KAI yakin minat masyarakat akan layanan kereta api akan semakin meningkat.

Daftar Diskon Tiket Kereta Api

Adapun KA yang mendapatkan potongan tarif hingga 25%, yaitu:

1 KA Bima (Gambir – Malang)
2 Kertajaya (Pasar Senen – Surabaya Pasarturi)
3 Sembrani (Gambir – Surabaya Pasarturi)
4 Turangga (Gambir – Surabaya Gubeng)
5 Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan)
6 Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan).

Untuk potongan harga, juga beragam seperti KA Bima sebelumnya Rp650.000 menjadi Rp500.000, Turangga Rp630.000 menjadi Rp500.000, dan Argo Dwipangga dari Rp440.000 menjadi Rp360.000.

Dalam pelaksanaanya, PT KAI tetap menetapkan protokol kesehatan. Pelanggan diwajibkan mematuhi aturan. Pelanggan harus mensyaratkan surat keterangan bebas Covid-19, wajib memakai masker, suhu tidak melebihi 37,3 derajat, dalam kondisi sehat (tidak demam, batuk, flu, dan sesak nafas), serta mengimbau pelanggan untuk memakai pakaian lengan panjang.

Bagi pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan mengenakan Face shield selama dalam perjalanan, hingga meninggalkan area stasiun tujuan.

PT KAI akan menyediakan Face Shield untuk penumpang dewasa, sedangkan penumpang dengan usia dibawah 3 tahun (infant) agar membawa Face Shield pribadi.

KAI juga turut bekerja sama dengan RNI, dan menyediakan layanan Rapid Test seharga Rp85.000 di 12 Stasiun dengan jam pelayanan Rapid Test di Stasiun adalah 07.00 – 19.00.

Pelanggan yang ingin melalukan rapid test, harus memiliki jadwal keberangkatan dibawah pukul 07.00. Test juga disarankan dilakukan minimal 1 hari sebelum jadwal keberangkatan.

“Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan dan potongan harga tersebut untuk bepergian menggunakan kereta api. KAI berkomitmen untuk mengoperasikan kereta api dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat perjalanan,” tutup Joni.(ega/rez)

Kategori
Peristiwa

Seorang Santri Ditemukan Gantung Diri di Pohon Mangga

SUKABUMITODAY.CO, Cicurug – Seorang santri berinisial MF (22) ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri. Ia ditemukan tewas menggantung di Kampung Benda RT 01/08 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/7/2020).

MF diketahui merupakan seorang santri sebuah ponpes. Menurut sakisi mata, M Ilham Saepulloh, mengatakan, MF pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB. Jasad MF menggantung dengan tali tambang warna biru melingkar di leher dan digantung di pohon mangga.

Sebelum kematiannya, MF diketahui pernah meminta untuk dirukiah. Keinginannya ini ia sampaikan kepada sahabatnya Ilham. MF sendiri baru satu minggu jadi santri.

Ilham mengaku kerap mendengar MF mengeluh ingin pulang.MF juga mengaku ingin sekali dirukiah. “Saya juga enggak tahu lagi persisnya, cuma tiba-tiba ramai banyak yang berteriak,” terangnya.

Saat ini, jenazah MF telah dievakuasi oleh Unit Reskrim Polsek Cicurug ke salah satu rumah sakit yang berada di Kecamatan Cicurug.(ega/rez)

Sumber : Sukabumi Update

Kategori
Peristiwa

Pasien Positif Corona di Kabupaten Sukabumi Bertambah 4 Orang

SUKABUMITODAY.CO – Pasien positif Corona di Kabupaten Sukabumi bertambah 4 kasus. Hal ini disampaikan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/5/2020).

Berdasarkan peta sebaran terbaru, penambahan titik merah pada peta terdapat di Bantargadung dan Cireunghas. Sebelumnya tercatat ada 16 kasus, sekarang total menjadi 20 kasus positif Covid-19 di Sukabumi.

Dari 20 kasus tersebut, 18 pasien masih dalam pengawasan rumah sakit dan puskesmas. Kemudian pasien terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan. Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Sukabumi juga bertambah 5 pasien, total ada 153 pasien.

Dari total 153 PDP, 81 diantaranya dinyatakan selesai pengawasan, 64 orang masih dalam pengawasan dan 8 PDP meninggal dunia. Adapun Dari 64 orang PDP tersebut, terdiri dari 40 laki-laki dan 24 perempuan.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Sukabumi, berjumlah 4.082 orang, angka ini bertambah 29 orang dari data sebelumnya, yakni 4.053 orang. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Peristiwa

Positif Corona di Kota Sukabumi 51 Orang, 26 Pasien Sembuh

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Pasien positif Corona / Covid-19 di Kota Sukabumi kembali bertambah. Berdasarkan data yang dirilis Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, terhitung pada Kamis (7/6/2020) pukul 12.00 WIB kasus positif Corona bertambah dua orang menjadi 51.

Dari jumlah tersebut, 26 pasien di antaranya dinyatakan sembuh dan 25 pasien lain masih menjalani dirawat dan diisolasi di rumah sakit.

Kedua pasien berjenis kelamin laki-laki, satu dari Kecamatan Gunung Puyuh dan satu lainnya Citamiang. Satu di antaranya terkait klaster institusi negara dan satu lainnya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Sebelumnya pada Rabu (6/5/2020), ada 7 pasien positif Covid-19 baru di Kota Sukabumi. 7 pasien tersebut terdiri dari 3 orang perempuan dan 4 orang laki – laki. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 255, dengan rincian 13 masih dalam pemantauan dan 242 telah selesai pemantauan.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 32 orang dengan rincian 2 orang masih dalam pengawasan dan 30 orang telah selesai pengawasan.(ct2/rez)

Sumber: berbagai sumber

Kategori
Peristiwa

Alhamdulillah, Enam Pasien Corona di Kota Sukabumi Sembuh

SUKABUMITODAY.CO – Enam pasien Corona di Kota Sukabumi dinyatakan sembuh. Namun ada penambahan empat kasus baru positif corona alias Covid-19 pada Senin (28/4/2020).

Juru Bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, menyebutkan angka pasein Covid-19 yang sembuh di Kota Sukabumi kini menjadi tujuh orang.

“Yang sembuh enam, sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing,” kata Wahyu Senin (27/4/2020).

Keenam orang pasien corona tersebut dinyatakan sembuh setelah menjalani swab test untuk kedua kalinya. Wahyu menjelaskan salah satu faktor kesembuhan mereka adalah tidak memiliki penyakit penyerta lainnya.

“Enam pasien itu dari Gunungpuyuh, kebanyakan Kelurahan Karamat. Kasus awal,” imbuhnya.

Keenamnya sudah dapat dipulangkan. Namun Wahyu mengimbau pasien untuk tetap melakukan isolasi terlebih dahulu selama 14 hari di rumah masing-masing, sebelum berinteraksi dengan masyarakat.

“Kalau sudah sebenarnya bisa berinteraksi secara normal. Enam pasien yang sembuh itu laki-laki tiga orang dan perempuan tiga orang,” tambah Wahyu.

Hingga saat ini, tercatat ada 29 kasus positif Covid-19 di Kota Sukabumi. Tujuh orang sudah dinyatakan sembuh dan 22 lainnya masih dalam perawatan. (ct2/rez)

Kategori
Peristiwa

Bertambah 4 Kasus, 1 Balita di Kota Sukabumi Positif Covid-19

SUKABUMITODAY.CO – Kian bertambah, total pasien positif Covid-19 Sukabumi mencapai 29 kasus. Bahkan satu balita dikonfirmasi positif terpapar virus corona.

Juru bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana merilis hasil penanganan terbaru Covid-19 di Kota Sukabumi hari ini, Senin (27/4/2020). Tercatat ada penambahan 4 kasus yang dikonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya ada 25 kasus positif di Kota Sukabumi, kini total menjadi 29 orang positif Covid-19. Diantara 4 orang tersebut, satu balita dinyatakan positif corona.

“4 kasus baru, 2 perempuan 2 laki-laki. 3 dari Kecamatan Cibeureum (2 siswa dan 1 balita), serta 1 dari Kecamatan Gunungpuyuh (petugas kesehatan),” kata Wahyu.

Adapun 22 pasien masih dalam perawatan, sedangkan 6 orang telah dinyatakan sembuh. “Yang baru, 6 orang sembuh, kemarin 1 orang, jadi total pasien sembuh di Kota Sukabumi jumlahnya 7 orang,” jelasnya.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Sukabumi, masih berada diangka 28 pasien. Jumlah tersebut terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan.

22 orang telah selesai mendapat pengawasan, sedangkan 6 orang lainnya masih dalam pengawasan.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Sukabumi kini total ada 248 orang.

Angka ini bertambah 1 orang dari sebelumnya, yakni 247 orang. Dengan rincian, 215 orang dinyatakan selesai pemantauan dan 33 lainnya masih dalam pemantauan. (ct2/rez)

Kategori
Peristiwa

Korban Tenggelam di Sungai Cibelener Ditemukan Tewas

SUKABUMITODAY.CO, Cicantayan – Korban tenggelam di Sungai Cibelener, Kampung Cibungur, RT 01/RW 05, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi berhasil ditemukan, Minggu (26/04/2020). Diketahui korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 09.30 WIB.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengungkapkan, korban bernama Musidin itu dievakuasi beberapa unsur. Di antaranya Bhabinkamtibmas, Babinsa, tim relawan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukabumi, tim SAR dan warga.

“Pencarian yang sebelumnya sempat terhenti diakibatkan waktu dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Dikhawatirkan ada korban susulan sehingga pencarian korban diduga tenggelam dilanjutkan keesokan harinya (hari ini),” demikian laporan tertulis yang diterima Sukabumi Today.

Ia pun menuturkan, pencarian tersebut dibagi menjadi tiga titik. Hal itu dikhawatirkan korban telah berpindah tempat karena hanyut tenggelam diterjang arus Sungai Cibelener Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan.

“Berkat kerja sama dan doa dari tim gabungan, korban berhasil ditemukan di lokasi yang sama sekira pukul 09.30 WIB dalam keadaan sudah meninggal,” ungkap dia.

Dalam evakuasi itu, hadir pula Kapolsek Cibadak yang diwakili Iptu Madun. Lalu, hadir pula Camat Cicantayan, Sendi beserta kepala desa setempat.

“Pada kesempatan ini Panit Reskrim mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga almarhum diterima amal islam dan keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.

Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, tidak ditemukan adanya dugaan tindak pidana

“Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban. Menerima kejadian tersebut merupakan takdir dan murni kecelakaan tidak ada unsur lainnya.” tutupnya.(afs/ian/rez)