Kategori
Pelabuhan Ratu

FPSH HAM Kabupaten Sukabumi Dikukuhkan, Wakil Bupati Titip Pesan

Sukabumitoday.co, Pelabuhan Ratu – Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, mengukuhkan pengurus dan anggota Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM (FPSH HAM) Kabupaten Sukabumi periode 2021-2020. Kegiatan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi secara virtual, Selasa (30/3/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Pembina FPSH HAM Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah Kabupaten Sukabumi, Kepala BNNK Sukabumi. Kemudian Kepala Bagian Hukum HAM Sekertariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi, Kejaksaan Negeri dan Ketua FPSH HAM Jawa Barat.

Iyos menyampaikan, pelajar di Kabupaten Sukabumi harus menjadi pelopor dalam penerapan Hukum dan HAM. Sehingga, menjadi penyalur kesadaran hukum dan HAM kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

“Kami sangat berharap dengan hadirnya Forum Pelajar Sadar Hukum ini, kita bisa berpegangan tangan. Bisa bekerja sama untuk menjadikan corong, penyampai Informasi ketika melakukan sosialisasi kepada kalangan masyarakat.” ujarnya.

Ia menambahkan, pelajar di Kabupaten Sukabumi harus menaati peraturan dan etika, serta menerapkan hukum dan HAM. Hal itu agar menjadi pelajar yang berkarakter dan menjadi penerus bangsa yang berkualitas.

Mulai dari Diri Sendiri

Pembina harian FPSH HAM Jawa Barat, Ida Suciati Mandirisari, menyebutkan sebagai Pelajar Sadar Hukum dan HAM harus menanamkan hal hal mengenai kesadaran Hukum dan HAM. Bisa dimulai dari diri sendiri, lalu mengajak orang lain untuk sadar akan hukum dan HAM.

“Harapan dengan adanya FPSH HAM Kabupaten Sukabumi harus bisa menjadi tutor sebaya baik di lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat luas. Dimulai dari menaati peraturan lalu lintas, menjadi pelajar yang berkarakter, serta ikut serta untuk melakukan mencegahan penggunaan narkoba” tuturnya..

Selaras dengan Pembina Harian, Ketua FPSH HAM Jawa Barat, Nandi berharap, pelajar yang baru dikukuhkan bisa menjalankan amanah dengan baik. Selain itu memiliki program yang berkelanjutan serta menjadi influence yang baik bagi para pelajar lainnya.

FPSH HAM Kabupaten Sukabumi periode 2021-2022 diketuai oleh Febby Cipta dari SMAN 1 Lengkong. Sementara yang dinobatkan secara simbolis sebagai Duta Hukum FPSH HAM Kabupaten Sukabumi adalah Yesi Candra Dewi dari SMAN 1 Cisaat.

Pengukuhan dan Penobatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, disiarkan juga secara virtual melalui Zoom.(rez)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Seorang Wisatawan Meninggal Terseret Ombak di Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO– Lima orang wisatawan terseret ombak di objek wisata Pantai Batu Bintang (Batu Bentang) Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/6/2020). Dari lima orang tersebut, satu orang dinyatakan meninggal.

Menurut informasi, wisatawan meninggal tersebut bernama Rahma (17 tahun) warga Kampung Simpenan, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini terjadi terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat kejadian kelimanya tengah berenang di pantai.

Selain Rahma, empat rekannya yakni Raihan (15 tahun),  Latif (14 tahun), Adit (16 tahun) dan M Rustian Alamsyah (20 tahun) dapat diselamatkan. “Korban semuanya lima orang, satu orang meninggal dan empat orang selamat,” ujar ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiq, Minggu (7/6/2020).

Adapun kronologis kejadian berawal saat korban tengah berenang bersama empat orang rekannya. Kemudian 3 orang yaitu Rahma, Latif, Adit terbawa arus laut. M Rustian dan Raihan lalu berusaha menolong, ketiganya berhasil dibawa ke darat namun dalam keadaan kritis. Saat di bawa ke RSUD, korban atas nama Rahama dinyatakan meninggal. (ega/rez)

Sumber: sukabumi update

Kategori
Pelabuhan Ratu

Gadaikan Mobil Rentalan, Pria Ini Diciduk Polisi

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Gadaikan mobil rentalan, seorang pria diamankan Satreskrim Polres Sukabumi. Polisi pun merilis tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor itu pada Kamis (4/6/2020).

Wakapolres Sukabumi Kompol Sigit Rahayudi, menyatakan penyelidikan kasus penggelapan ini berdasar Laporan Polisi LP/B/105/V/2020/DA JBR/RES SKI tanggal 21 Mei 2020 tentang dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP. Modus operandi pelaku menyewa untuk kendaraan operasional perusahaan.

“Adapun tersangka yang berhasil ditangkap dalam kasus tersebut DS (42) laki- laki, pekerjaan Wiraswasta, alamat Kampung Nangewer, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Sedangkan tersangka W masih DPO.” paparnya melalui keterangan Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, kepada Sukabumi Today, Kamis (4/6/2020).

Sigit mengatakan, tempat kejadian di wilayah Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Modus operandi pelaku pada awalnya menyewa atau rental kendaraan, untuk digunakan sebagai kendaraan operasional di salah satu perusahaan.

Namun kemudian tanpa sepengetahuan pemilik, kendaraan yang disewa pelaku tersebut digadaikan. Bahkan mobil itu dijadikan jaminan hutang kepada pihak lain.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 9 kendaraan roda empat dengan berbagai merek dan tipe,” ungkapnya.

Ia menambahkan, atas perbuatannya, ketentuan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 372 KUHP. Ancaman hukuman Pidana 4 tahun penjara.

“Serta Pasal 480 ayat 1 tentang pertolongan jahat atau tadah barang hasil kejahatan dengan ancaman hukum 4 tahun penjara,” pungkasnya.(ian/rez)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Nongkrong di Cafe Saat Pandemi Corona, Akhirnya Dibubarkan

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Kerumunan masyarakat yang sedang nongkrong di cafe dibubarkan aparat Polres Sukabumi, Sabtu (2/5/2020) malam. Hal itu guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di daerah kabupaten Sukabumi.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan yaitu membubarkan kerumunan masyarakat yang sedang nongkrong di beberapa tempat dan cafe.

“Misalnya di cafe jalan Sudirman, alun-alun Pelabuhanratu, cafe di jalan Patuguran Pelabuhanratu,” terangnya kepada Cianjur Today, Minggu (3/5/2020).

Selain itu, pihaknya pun memberikan imbauan kepada masyarakat yang sedang berkunjung ke cafe di jalan Patuguran. Dilanjut cafe dekat pasar Pelabuhanratu, agar pulang ke rumahnya masing-masing.

“Di tengah Pandemi ini masyarakat di imbau untuk tidak keluar rumah,” tegasnya.

Kepolisian yang terlibat dalam pembubaran masyarakat tersebut diantaranya Kapolres Sukabumi, Wakapolres Sukabumi, Kabag ops. Kasat Sabhara, Kasi was, Kasi Propam, para Anggota Polres Sukabumi 40 personel, Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi 4 personel dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi 4 personel. (ian/rez)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Kementerian PUPR, Pemprov Jabar, dan Pemkab Sukabumi Tingkatan Mitigasi Bencana

SUKABUMITODAY.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan rapat sinergitas antara Pusat, Provinsi Jabar, dan Pemkab Sukabumi. Rapat ini berkenaan dengan mitigasi bencana bidang perumahan di selatan pesisir Jabar dan Banten, Senin (13/04).

Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan keamanan, penguatan dan kesiapsiagaan dalam menangani bencana. Sekertaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, didampingi para Kepala Perangkat Daerah, hadir dalam Vidcon tersebut di Pendopo Sukabumi.

Iyos menyampaikan bahwa tujuan dari sinergitas dan singkronisasi tentang bencana ini. “Melalui mitigasi yang sudah dipersiapkan, kita bisa lakukan langkah antisipasi dengan baik” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Perwakilan Kementerian PUPR, juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil kajian dari BMKG, menyatakan wilayah Sukabumi berpotensi mengalami gempa bumi disekitar wilayah pesisir.

Maka dari itu perlu dilakukan langkah antisipasi bila terjadi gempa bumi dan tsunami. “Mitigasi merupakan antisipasi yang dipersiapkan secara matang sehingga bisa meminimalisir risiko bila terjadi bencana gempa bumi dan Tsunami di Kab Sukabumi,” jelasnya.

Adapun arahan yang disampaikan oleh Kementerian PUPR, dinilai Iyos sangat berguna untuk persiapan bila terjadi gempa bumi dan tsunami diwilayah pesisir.

“Informasi ini berdasarkan hasil kajian ilmiah mengenai gempa bumi 6,5 SR dan berpotensi tsunami. Tentu harapannya tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan” tambah Iyos.

Ia meyakinkan bahwa masyarakat akan segera diberikan tata cara penyelamatan, membuka jalur evakuasi, kemudian mempersiapakan sarana peringatan dini untuk mencegah berbagai kemungkinan. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikab.go.id

Kategori
Pelabuhan Ratu

Penemuan Mayat di Dermaga Pelabuhanratu, Diduga Wisatawan Asal Bogor

SUKABUMITODAY.CO, Pelabuhanratu – Ada penemuan mayat di pintu masuk Dermaga II Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/4/2020). Korban diduga merupakan wisatawan siswa SMP yang tenggelam di Pantai Karangsari, Kabupaten Sukabumi.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengatakan mayat tersebut dievakuasi oleh Tim Search And Rescue (SAR) gabungan. Berasal dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sukabumi, Polsek Palabuhanratu, dan Polres Sukabumi.

“Korban ditemukan oleh personil Satpol Air yang melaksanakan SAR sekitar jam 08.00 WIB,” tuturnya kepada Sukabumi Today, Sabtu (11/4/2020).

Ia menuturkan, korban ditemukan sudah tak bernyawa dan masih menggunakan celana biru panjang SMP lengkap dengan sabuknya. Di tangan sebelah kiri masih memakai gelang kayu warna hitam.

“Korban diperkirakan atas nama Parel. Dengan tinggi badan sekitar 150 centimeter. Proses evakuasi jenazah korban di Dermaga II Palabuhanratu,” ujarnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, ada dua wisatawan bernama Parel (13) dan Roby (16) warga asal Bogor, diduga hilang terseret ombak sekitar pukul 03.00 WIB, pada hari Jumat (10/4/2020). Saat itu korban sedang mandi di pantai Karangsari Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.(yan/rez)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Pagi Terlihat Sehat, Sore Ditemukan Meninggal Dunia

SUKABUMITODAY.CO, Cisolok – Penemuan mayat di Kampung Marinung Hilir, RT 02/RW 02, Ds. Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menghebohkan warga, Jumat (3/4/2020) sore. Mayat berjenis kelamin perempuan itu diketahui adalah FS, yang ditemukan dengan posisi tubuh terlentang di atas kasur rumahnya.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengatakan dugaan sementara perempuan tersebut meninggal akibat penyakit komplikasi. Penemuan mayat di Cisolok itu bermula ketika saksi bernama Lili melihat FS sedang bersih-bersih di halaman rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu terlihat kondisi almarhumah dalam keadaan sehat.

“Sekitar pukul 15.00 WIB saksi mengantarkan nasi kotak ke rumah korban. Saksi melihat korban sudah posisi terlentang di atas kasur yang berada di kamar depan, dengan kondisi kedua kaki kebawah dan tangan terlentang,” paparnya, Jumat (3/4/2020).

Melihat kondisi itu, saksi khawatir ada hal yang janggal. Hingga akhirnya tetangga almarhumah menginformasikan ke pihak keluarga korban lalu melaporkan ke pihak Polsek dan Puskesmas Cisolok.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis dari Puskesmas Cisolok. Korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Kapolsek Cisolok, AKP Fery Paloso, menambahkan setelah mendapatkan informasi dari warga setempat, pihaknya langsung sigap cek TKP. Polisi pun menghubungi pihak Puskesmas Cisolok dan membawa korban ke RSUD Palabuhanratu untuk divisum.

“Kami lakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas. Setelah ada keterangan dari dokter Puskesmas bahwa korban sudah meninggal, langsung kami bawa ke RSUD Palabuhanratu untuk divisum. Barang bukti yang ada kami amankan untuk diidentifikasi Polres Sukabumi,” terangnya.

Menurut keterangan dari Dokter RSUD Palabuhanratu, menyatakan bahwa korban mengalami serangan jantung. Dikuatkan juga oleh keterangan pihak keluarga korban, bahwa FS mempunyai penyakit komplikasi.

“Korban mempunyai riwayat penyakit komplikasi seperti diabet, lambung, dan jantung,” imbuhnya.(yan/rez)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Cegah Corona, Polres Sukabumi Berikan Sanitizer dan Periksa Suhu Tubuh

SUKABUMITODAY.COM, Palabuhanratu – Polres Sukabumi berlakukan prosedur pemeriksaan suhu tubuh dan memberikan hand sanitizer, Senin (16/3/2020). Hal itu dilakukan kepada seluruh personel Polres Sukabumi dan masyarakat yang berkunjung ke Mapolres Sukabumi.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nuredy Irwansyah Putra, mengatakan ini dilakukan bentuk antisipasi pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19. Selain di Mapolres pihaknya akan menerapkan pula di Mapolsek.

“Prosedur ini akan kami berlakukan juga pada semua jajaran Polsek. Pada tempat pelayanan masyarakat kami sediakan hand sanitizer, untuk mencuci tangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2020).

Selain itu, lanjut Nuredy, untuk internal sudah disosialisasikan tentang cara mencuci tangan yang benar. Selain itu cara bersalaman yang dianjurkan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat yang datang ke Mapolres dan Mapolsek untuk mengikuti prosedur yang telah diberlakukan.

“Kami juga meminta untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan Mapolres Sukabumi,” pungkasnya.(yan/rez)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Tabrakan Kapal, Satu Nelayan Pelabuhan Ratu Hilang

SUKABUMITODAY.CO, Pelabuhan Ratu – Perahu jenis congkreng nelayan Cisolok, Pelabuhan Ratu Sukabumi hancur setelah bertabrakan dengan Kapal Riset Baruna Jaya, di kawasan perairan Lebak Banten pada Sabtu (2/11/2019).

Kapal Baruna Jaya Sendiri merupakan Kapal milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Akibatnya satu Nelayan dinyatakan hilang sementara dua nelayan lainnya berhasil diselamatkan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Hendra Sudirman, melalui Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi,

Faber Sinaga menyatakan, insiden terjadi tepatnya di bagian Selatan Pantai Sawarna – Bayah, Kabupaten Lebak – Banten, pada koordinat perkiraan 07° 5’49.48″S/ 106°18’16.48″E.

“Kami menerima informasi adanya kejadian tersebut, sekira pukul 14.53 WIB dari jarak radial 247.26°/ 16.6 Nm.

Dari Pos pencarian dan pertolongan Sukabumi dan radial 181, 18°/ 6,59 Nm dari Pantai Sawarna Kansar Banten,” jelas Faber, dikutip dari TatarSukabumi.ID.

Lebih lanjut Faber menjelaskan, pada pukul 16.35 WIB sore tadi, BPPT telah meminta bantuan kepada SAR Jakarta untuk pengawalan dan pengamanan dua nelayan yang berhasil diselamatkan untuk selanjutnya di evakuasi ke darat.

Selanjutnya, Pos SAR Sukabumi berkoordinasi dengan Kasat Polair Sukabumi untuk mengawal proses evakuasi 2 Nelayan yang selamat.

“Dua korban selamat merupakan Andi (33 ) dan Nurdin (40) langsung dirujuk ke RSUD Palabuhanratu didampingi kru dari KR Baruna Jaya I,” terangnya.

Selanjutnya, KR Baruna Jaya I anchor (berlabuh) di kawasan dermaga PLTU Palabuhanratu dan rencananya proses pencarian dan evakuasi akan dilaksanakan besok pagi berkoordinasi degan tim SAR Banten.

“Korban hilang dalan pencarian kantor Basarnas Banten, karena lokasi TKM (tempat kejadian musibah) masuk perairan Banten,”

“Untuk korban hilang atas nama Amit (50), proses pencarian akan dilaksanakan besok pagi,” pungkasnya.(*/bbs)

Kategori
Pelabuhan Ratu

Pakai Baju Hijau, Bella Nova Diterjang Ombak Pelabuhan Ratu

SUKABUMITODAY.CO, Pelabuhanratu – Penyanyi dangdut Bella Nova mulai menjadi perbincangan usai merilis lagu “Ikan Asin” ketika kasus Galih Ginanjar dan Fairuz A. Rafiq tengah viral. Akibat dari tindakannya itu, Bella ramai dikritik tak bermoral oleh banyak orang.

Kini Bella Nova mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan. Ketika sedang asyik berfoto di pantai Pelabuhan Ratu, ia terseret ombak secara tiba-tiba. Momen saat dirinya diterjang ombak dibagikan Bella Nova di Instagram. Terdapat lima foto yang dibagikan pelantun ‘Ikan Asin’ itu ketika tengah berdiri dan duduk di batu karang di bibir pantai Pelabuhan Ratu hingga tersapu ombak.

Akibat kejadian itu, Bella Nova mengalami luka baret merah yang lebar di bagian perut. Bahkan, bagian tangan dan kaki pun mengalami hal serupa. Bella Nova juga bersyukur masih selamat dari kejadian itu. Ia pun mengaku tidak tahu mengapa dirinya dapat diterjang ombak yang cukup kencang.

“Slide sampai akhir ya guys .. detik2 terseret ombak. Alhmdllh masih diberikan keselamatan. Entah karna akunya takut, entah karna ngga matur, entah karna centil teuing, ntah karna bawa dedemit uthay asmara,entahlah yg jelas pada saat ombak datang saia panik,” tulisnya di Instagram.

Bella Nova Pakai Kain Hijau

Bella merasa apa yang dialami lantaran memakai kain hijau di pantai Pelabuhan Ratu. Ia sampai mempertanyakan mitos soal warna di lokasi tersebut.

“Bdw Mitos or Fakta teu kenging ngangge warna hijau??” tuturnya.

https://www.instagram.com/p/B3A6R52HATF/?utm_source=ig_web_copy_link

Mengetahui hal tersebut, warganet pun ramai mendoakan agar Bella lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula. Selain itu, warganet pun memiliki pendapat berbeda mengenai mitos pakaian hijau di pantai selatan.

Netizen Pun Ramai Berkomentar di laman Instagram Bella Nova

“Smoga cpt sembuh tth,” komentar akun @ban2603. “Sykuralhamdulilaah lah klo.dik bella nya selamat.dimana pun dik bellanya beraada doa keselematan,” tulis akun @b*ianeson. “Semoga cepet sembuh ya,” sahut akun @sa_86.

“Aku asli pelabuhanratu syg, soal pake baju hijau itu allahualam, krna sering bgt pake baju hijau tp baik2 aja, yg penting kata org sunda ‘tong mincrak teuing’ hihi,” balas akun @b1994. “Emang bnr th kbnyakan gitu kalau ke pelabuhan ratu/pun pantai2 lain pake baju hijau selalu bgtu…ombak psti langsung naik,” komentar akun @t*arenataa. “Ga boleh pake yg warna ijo2…klo di pantai selatan..” tulis akun @eraoctavia.(ct1)