Kategori
Peristiwa

Seorang Santri Ditemukan Gantung Diri di Pohon Mangga

SUKABUMITODAY.CO, Cicurug – Seorang santri berinisial MF (22) ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri. Ia ditemukan tewas menggantung di Kampung Benda RT 01/08 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/7/2020).

MF diketahui merupakan seorang santri sebuah ponpes. Menurut sakisi mata, M Ilham Saepulloh, mengatakan, MF pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB. Jasad MF menggantung dengan tali tambang warna biru melingkar di leher dan digantung di pohon mangga.

Sebelum kematiannya, MF diketahui pernah meminta untuk dirukiah. Keinginannya ini ia sampaikan kepada sahabatnya Ilham. MF sendiri baru satu minggu jadi santri.

Ilham mengaku kerap mendengar MF mengeluh ingin pulang.MF juga mengaku ingin sekali dirukiah. “Saya juga enggak tahu lagi persisnya, cuma tiba-tiba ramai banyak yang berteriak,” terangnya.

Saat ini, jenazah MF telah dievakuasi oleh Unit Reskrim Polsek Cicurug ke salah satu rumah sakit yang berada di Kecamatan Cicurug.(ega/rez)

Sumber : Sukabumi Update

Kategori
Today

Pria di Cibadak Ditemukan Tewas Gantung Diri

SUKABUMITODAY.CO– Seorang pria asal Kampung Citugu, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ditemukan tewas diduga gantung diri di dalam rumahnya, Rabu (17/6/2020). Pria itu diketahui berinisial BI (30) yang berprofesi sebagai buruh.

Ia ditemukan pada Rabu pagi sekitar pukul 05.45 WIB. Kapolsek Cibadak, Kompol Hadi Santoso, menjelaskan, sejumlah saksi yang merupakan warga sekitar mengatakan BI dalam beberapa hari terakhir nampak seperti orang yang depresi.

“Saksi pertama atas nama Iyom (43 tahun) yang merupakan ibu kandung BI mengaku masih melihatnya berada di rumah seorang diri sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian pukul 06.15 WIB Ibu Iyom kembali mendatangi BI karena belum berangkat kerja, khawatir kesiangan. Saat dilihat, saudara BI sudah dalam meninggal dunia dalam kondisi gantung diri,” kata Hadi kepada

Saat Iyom menenukan anaknya gantung diri ia langsung memanggil warga setempat, salah satunya Kurnia (30 tahun) yang masih saudara BI. Kurnia kemudian langsung melapor kepada pihak berwajib. Iyom mengaku BI tidak pernah bercerita tentang permasalahannya.

Saat kejadian istri korban tidak ada dirumah sehingga tidak ada yang tahu alasan korban gantung diri.

“Kemudian BI saat kejadian sedang sendirian di rumah karena istrinya, Elis Rahmawati (27 tahun) sedang berangkat ke Palabuhanratu mengurus BPJS,” lanjutnya Hadi.

Saat ini korban diurus oleh keluarganya. Pihak leluarga menolak melakukan autopsi. “Keluarga tidak akan menyalahkan dan tidak akan menuntut siapa-siapa karena hal tersebut merupakan musibah. Keluarga akan segera melakukan pemakaman sesuai syariat Islam,” tandas Hadi.(ega/rez)

Sumber: sukabumi update | Foto: Ilustrasi

Kategori
Pelabuhan Ratu

Seorang Wisatawan Meninggal Terseret Ombak di Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO– Lima orang wisatawan terseret ombak di objek wisata Pantai Batu Bintang (Batu Bentang) Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/6/2020). Dari lima orang tersebut, satu orang dinyatakan meninggal.

Menurut informasi, wisatawan meninggal tersebut bernama Rahma (17 tahun) warga Kampung Simpenan, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini terjadi terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat kejadian kelimanya tengah berenang di pantai.

Selain Rahma, empat rekannya yakni Raihan (15 tahun),  Latif (14 tahun), Adit (16 tahun) dan M Rustian Alamsyah (20 tahun) dapat diselamatkan. “Korban semuanya lima orang, satu orang meninggal dan empat orang selamat,” ujar ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiq, Minggu (7/6/2020).

Adapun kronologis kejadian berawal saat korban tengah berenang bersama empat orang rekannya. Kemudian 3 orang yaitu Rahma, Latif, Adit terbawa arus laut. M Rustian dan Raihan lalu berusaha menolong, ketiganya berhasil dibawa ke darat namun dalam keadaan kritis. Saat di bawa ke RSUD, korban atas nama Rahama dinyatakan meninggal. (ega/rez)

Sumber: sukabumi update

Kategori
Today

Rumah di Sukaraja Digrebek, Polisi Temukan 402 Kilogram Narkoba

SUKABUMITODAY.CO– Tim Satgasus Polri melakukan penggerebekan satu rumah warga di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi terkait kasus narkoba, Rabu (3/06/2020). Bersama dengan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Polisi berhasil mengamankan narkoba sebanyak 402.380 Gram atau sekitar 402 Kilogram.

Polisi juga meringkus 6 orang tersangka berinisial BK, I, S, NH, R dan YF. Penggerebekan yang dilakukan pada pukul 18.30 WIB, tepatnya di Perumahan Taman Anggrek, Jalan Myltonia D 8, No D7/12 ini, berawal dari informasi terkait adanya transaksi narkotika dari Iran. Transaksi ini disebutkan menggunakan metode Ship to Ship di tengah laut, Samudera Hindia.

Kemudian Tim Satgasus Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dipimpin Kombes Herry Heryawan melakukan penelusuran terhadap jaringan tersebut. Hingga akhirnya tim dapat melakukan pembuntutan terhadap dua orang kru kapal, dan mengamankan barang bukti 2 kilogram narkoba jenis sabu di Pelabuhan Ratu.

Lalu berakhir dengan penggeledahan rumah di kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Di sana polisi menemukan narkotika jenis sabu dengan berat bruto total 402 kilogram, yang jika dirupiahkan bernilai Rp482 miliar.

Atas kasus ini, pelaku terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Uu nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (ega/rez)

Kategori
Today

Jabar Perpanjang PSBB Hingga 12 Juni

SUKABUMITODAY.CO, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabar. Keputusan ini telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.287-Hukman/2020 yang ia teken tanggal 28 Mei 2020.

Terdapat beberapa poin dalam surat tersebut. Pertama yakni penerapan PSBB di wilayah Bodebek, yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi ,dan Kota Bekasi, akan diperpanjang selama enam hari lagi, mulai tanggal 30 Mei 2020 sampai 4 Juni 2020.

Lalu wilayah Jabar lainnya diluar Bodebek, seperti Bandung, akan melaksanakan PSBB selama 14 hari lagi, dimulai tanggal 30 Mei 2020 sampai 12 Juni 2020.

Begitupun bagi masyarakat tinggal di wilayah yang menerapkan PSBB tersebut wajib mengikuti aturan. Jika nantinya masih terdapat bukti penyebaran Covid di daerah, maka PSBB mungkin akan diperpanjang lagi.

Adapun beberapa wilayah di Jawa Barat, telah menyatakan akan melaksanakan perpanjangan PSBB ini sesuai perintah. Salah satunya adalah Kabupaten Sukabumi.

Wakil Bupati Adjo Sarjono menegaskan bahwa Pemkab Sukabumi akan mengikuti keputusan gubernur soal perpanjangan PSBB ini.  “Kabupaten akan mengikuti keputusan gubernur,” ucapnya. (ega/rez)

Kategori
Today

Masuki PSBB Jilid 2, Ini Syarat Bisa Masuk Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO – Kabupaten Sukabumi akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua. Masyarakat dari luar daerah  harus melalui beberapa syarat untuk masuk ke Sukabumi.

Tidak jauh berbeda seperti saat PSBB sebelumnya, setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Sukabumi terlebih dulu akan diarahkan masuk ke check point terlebih dahulu.

Check point akan berada di Terminal Cicurug, diperbatasan Bogor dengan Sukabumi, tepatnya Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Bagi masyarakat luar daerah yang tidak ada kepentingan khusus, maka akan diminta untuk putar balik.

Pamenwas OPS Polres Sukabumi, Kompol Maryono, mengatakan masyarakat yang ingin masuk ke wilayah Sukabumi itu harus memenuhi prosedur. Yaitu memperlihatkan surat keterangan.

“Jika masyarakat masih ingin masuk ke wilayah Sukabumi, minimal memperlihatkan surat keterangan tugas dari instansi atau perusahaan,” jelas Maryono, Rabu (27/5/2020).

Adapun bagi masyarakat yang sedang berdinas, tetapi mendesak harus masuk ke Sukabumi, maka harus membuat laporan ke RT dan RW setempat. “Dan untuk masyarakat yang pulang ke Sukabumi diharapkan untuk lapor ke RT dan RW setempat,” terangnya.

Sejauh ini berdasarkan hasil pemantauan petugas kendaraan, yang datang ke Sukabumi itu kebanyakan berasal dari Bogor. “Kendaraan yang datang ke Sukabumi itu mayoritas merupakan warga Bogor,” pungkasnya.

Adapun penyekatan ini dilakukan hingga 29 Mei mendatang. (ega/rrz)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Today

Baznas Kota Sukabumi Tetapkan Zakat Fitrah Rp32 Ribu per Orang

SUKABUMITODAY.CO – Menjelang Idul Fitri Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menetapkan hitungan Zakat Fitrah Tahun 1441 Hijriyah di Kota Sukabumi Rp30 ribu. Bisa juga dengan beras seberat 2,5 kilogram ditambah Infaq Ramadan Rp2 ribu per jiwa.

Ketua Baznas Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya, mengatakan dengan begitu totalnya menjadi Rp32 ribu per jiwa. Sedangkan untuk Juknis (Petunjuk Teknis) Pendistribusian Zakat Fitrah di Kota Sukabumi Tahun 1441 Hijriyah atau Tahun 2020 Masehi, telah diatur dalam Permenag (Peraturan Menteri Agama) Nomor 52 Tahun 2014, yakni dengan Beras seberat 2,5 kilogram atau 3,5 liter.

Hasil Zakat Fitrah berapa beras nantinya akan didistribusikan kepada mustahik, fakir, miskin, fisabillilah, ibnu sabil dan ghorimin sebesar 62,5 persen atau 5 per 8 bagian yakni 1,5 kilogram.

Kemudian kepada Amilin atau Pengumpul Zakat 12.5 persen atau 1 per 3 bagian yakni 0,313 kilogram, yang terdiri dari Amilin RW 7,5 persen atau 0,1875 kilogram, Amilin Kelurahan 3 persen atau 0,075 kilogram, dan Amilin Kecamatan 2 persen atau 0,050 kilogram.

Serta disetorkan ke Baznas sebesar 25 persen, atau 2 per 8 bagian yakni 0,625 kilogram, untuk mustahik, mualaf dan riqob.

Sedangkan hasil Zakat Fitrah berupaya uang, sebesar Rp. 30 ribu, akan didistribusikan kepada mustahik, fakir, miskin, fisabillilah, ibnu sabil dan ghorimin 62,5 persen atau Rp. 18.750,00.

Kemudia kepada Amilin 12,5 persen atau Rp. 3.750,00, yang terdiri dari Amilin RW Rp. 2.000,00, Amilin Kelurahan Rp. 1.000,00, dan Amilin Kecamatan Rp. 750,00. Selanjutnya disetorkan ke Baznas 25 persen atau Rp. 7.500,00, untuk mustahik, mualaf dan riqob.

Adapun bagi zakat fitrah yang dilakukan melalui SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) atau Dinas dan Lembaga Rp.30 ribu, untuk Amilin SKPD atau Dinas dan Lembaga 10 persen atau Rp. 3 ribu.

Lalu setorkan ke Baznas 90 persen atau Rp. 27 ribu, yang kemudian akan dibagikan oleh Baznas. Sementara hasil Infaq Romadhon sebasar Rp. 2 ribu disetorkan langsung ke Baznas 100 persen.

Tidak didistribusikan kepada mustahik, fakir, miskin, fisabillilah, ibnu sabil dan ghorimin, hasil Zakat Fitrah Kota Sukabumi juga akan dimanfaatkan untuk Program Sukabumi Peduli bantuan perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) masyarakat.

Kemudian untuk membantu Program Sukabumi Sejahtera bantuan modal usaha kepada masyarakat, Program Sukabumi Sehat bantuan kesehatan masyarakat, Program Sukabumi Cerdas bantuan kepada anak sekolah, dan Program Sukabumi Taqwa bantuan kepada guru ngaji. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id

Kategori
Today

Seorang Perempuan Dibakar Hidup-hidup di Area Pasar Gudang

SUKABUMITODAY.CO – Seorang perempuan berinisial I (30 tahun) diduga dibakar hidup-hidup di area Pasar Gudang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Kamis malam sekira pukul 23.15 WIB. Warga sekitar lokasi kejadian menyebutkan, melihat korban berdua dengan perempuan lainnya berjalan diantara lorong pasar sebelum peristiwa.

Tak lama ia ditemukan terbakar dengan luka bakar hingga 90 persen. “Luka bakarnya hampir seluruh tubuh,” kata Ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Muhammad Yusuf Ginanjar, Jumat (15/5/2020).

Yusuf menuturkan korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 24.00 bersama pihak kepolisian. Belum diketahui apakah korban dibakar dengan bensin atau tidak, karena karakteristik luka bakar pada tubuh korban tidak dapat dibedakan.

Korban kemudian dirawat dan masih dalam penanganan. “Saat ini pasien sedang dalam penanganan tim medis di RSUD R Syamsudin SH. Tidak dapat dibedakan penyebab luka bakarnya,” ujarnya.

Sadar Namun Tak Dapat Berkomunikasi

Yusuf menambahkan perempuan yang dibakar itu sudah sadar hanya saja ia tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Ia mendapatkan luka bakar yang paling membahayakan yaitu di sekitar wajah. 

Hingga saat ini belum ada pihak keluarga korban yang tiba di rumah sakit. Hal ini membuat alamat korban belum dapat diketahui.

“Saat ini masih belum ada. Alamat belum diketahui,” pungkas Yusuf. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumiupdate.com

Kategori
Today

Selama PSBB, Toko dan Swalayan Buka Sampai Pukul 12.30 WIB

SUKABUMITODAY.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menetapkan jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting, di Kota Sukabumi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Toko dan Swalayan hanya diperbolehkan buka pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu tutup.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi. Nomor 510/353/Kopdagrin, tanggal 12 Mei 2020, tentang Jam Operasional Kegiatan Perdagangan di Kota Sukabumi.

Kebijakan jam operasional swalayan dan toko ini, merupakan hasil evaluasi unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi. Isinya terkait upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kota Sukabumi.

Urai Kerumunan

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengatakan ada beberapa tahapan yang sudah dilakukan pemkot selama PSBB sebelumnya. Dari mulai mengurangi jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting, penerapan bebas parkir di Jalan Ahmad Yani, dan menutup Jalan Ahmad Yani secara total untuk kendaraan.

Namun ia menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi hal ini belum dapat mengurai kepadatan dan keramaian. Termasuk mengurangi dan membatasi pergerakan manusia di Kota Sukabumi.

Maka dari itu mulai tanggal 13 Mei 2020, ditetapkan jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting buka pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu tutup.

Adapun bagi toko bahan bangunan, toko besi, sparepart, alat-alat listrik dan bengkel, dapat buka hingga pukul 16.00 WIB. Untuk warung, toko modern atau supermarket yang menjual bahan pokok penting, buka hingga pukul 20.00 WIB.

Untuk restoran atau warung makan buka hingga pukul 20.00 WIB, namun hanya melayani take away atau untuk dibawa pulang.

Sedangkan untuk PKL (Pedagang Kaki Lima) yang buka pada pukul 17.00 WIB harus tutup pada pukul 21.00 WIB. Selanjutnya untuk perkantoran dan industri, jam operasionalnya hingga pukul 15.00 WIB.

Tidak hanya pengurangan jam operasional, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah juga melakukan penyekatan di daerah perbatasan. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id

Kategori
Today

Siapkan Ribuan Paket Sembako, Pemkot Sukabumi Luncurkan Jaring Pengaman Sosial

SUKABUMITODAY.CO – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, tetapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), Selasa (12/5/2020) di Gedung Bappeda Kota Sukabumi. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Pemkot Sukabumi akan membagikan bantuan sebanyak 10 ribu paket sembako. Nantinya paket tersebut akan dibagi kedalam 2 tahap penyaluran.

Tahap I disalurkan 5 ribu paket dan tahap II yang direncanakan minggu depan akan disalurkan 5 ribu paket sembako senilai Rp250 ribu melalui setiap Kecamatan.

Fahmi mengatakan, Pemkot Sukabumi telah menyediakan 40 ribu paket sembako selama 4 bulan, atau berarti 10 ribu paket sembako per bulan. Bantuan ini akan dikhususkan bagi warga yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Warga tidak mampu, dan telah tercatat di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Kemudian bagi warga tidak mampu karena penghidupannya terdampak covid – 19 dan belum tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Ia juga mengimbau para camat dan lurah untuk aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait JPS. Melakukan penyisiran kepada warga tidak mampu sesuai dengan kategori penerima JPS namun belum mendapatkan bantuan.

Adapun warga dapat langsung bertanya terkait JPS, melalui call centre Halo Sosial dengan nomor telepon (0266) 245 223, dan whatsapp 0857 2271 0261 serta Instagram @dinsosktsmi dan Facebook Dinas Sosial Kota Sukabumi.

Warga juga bisa mengecek data penerima JPS melalui website covid19.sukabumikota.go.id. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumikota.go.id