Kategori
Today

Jadwal Imsakiyah Sukabumi Hari Ini, Kamis 30 April 2020

SUKABUMITODAY.CO – Berikut jadwal sholat dan imsakiyah Ramadan 1441 H hari ini, Kamis 30 April 2020 untuk wilayah, Bandung, Cianjur dan Sukabumi. Jadwal ini dirangkum dari situs bimasislam.kemenag.go.id.

Bandung

IMSAK 04:24
SUBUH 04:34
TERBIT 05:44
DUHA 06:16
ZUHUR 11:51
ASAR 15:11
MAGRIB 17:50
ISYA’ 18:57

Cianjur

IMSAK 04:25
SUBUH 04:35
TERBIT 05:49
DUHA 06:17
ZUHUR 11:52
ASAR 15:12
MAGRIB 17:48
ISYA’ 18:59

Sukabumi

IMSAK 04:28
SUBUH 04:38
TERBIT 05:52
DUHA 06:20
ZUHUR 11:55
ASAR 15:15
MAGRIB 17:50
ISYA’ 19:01

Doa Niat Puasa

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala”

Terjemahannya, “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Doa berbuka

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Terjemahannya, “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Itulah jadwal sholat dan imsakiyah Ramadan 1441 H hari ini, Kamis 30 April 2020 untuk wilayah, Bandung, Cianjur dan Sukabumi. (ct2/rez)

Kategori
Today

Mulai 1 Mei, Masuk Kota Sukabumi Wajib Pakai Masker

SUKABUMITODAY.CO – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mewajibkan masyarakat pakai masker mulai 1 Mei 2020. Sosialisasi tersebut disampaikan beberapa tokoh dalam acara silaturahmi, sekaligus sosialisasi wajib memakai masker.

Sosialisasi ini ditujukan kepada perwakilan pedagang pasar tradisional, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kapten Harun Kabir, Jalan Stasiun dan Pasar Pelita, diOperation Room Setda Kota Sukabumi, 28 April 2020.

Unsur Forkopimda Kota Sukabumi, telah 3 hari berturut-turut, tepatnya dari tanggal 28 sampai dengan tanggal 30 April 202, melakukan imbauan penggunaan masker kepada para pedagang dan masyarakat.

Adapun masyarakat yang tidak menggunakan masker akan diberi masker secara gratis.

Pedagang yang Tak Gunakan Masker, Harus Pulang Kembali

Kebijakan ini sepertinya sangat serius dilakukan, Wali kota Sukabumi. Sebanyak 6 ribu masker telah dibagikan secara gratis di pasar dan di sekitarnya, kepada para pedagang dan masyarakat.

Maka dari itu, bagi para pedagang dan masyarakat yang tidak memakai masker tidak boleh masuk ke wilayah Kota Sukabumi. Mereka bahkan diminta pulang kembali ke rumahnya masing-masing.

Tidak hanya penggunaan masker,
para petugas juga akan memeriksa kondisi kesehatan para pedagang. Seperti mengecek suhu badan, serta akan dilakukan rapid tes secara acak dan penambahan wastapel portable.

Spanduk dan banner serta pamplet tentang himbauan wajib menggunakan masker, juga banyak dipasang guna memberikan edukasi bagi masyarakat.

Tercatat hingga tanggal 28 April 2020, di Kota Sukabumi sudah ada 30 orang yang positif Covid-19.
Dengan data 7 orang sudah sembuh, dan 23 orang masih dirawat. (ct2/rez)

Kategori
Today

Kota Sukabumi Berlakukan PSBB Mulai 6 Mei 2020

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Kota Sukabumi akan berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 6 Mei 2020. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, usai melakukan video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ia mengatakan, penetapan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara unsur Pamerintah Kota (Pemkot) Sukabumi beserta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penerapan PSBB di Kota Sukabumi akan mulai dilakukan Rabu, 6 Mei 2020.

“Terkait PSBB barusan saya beserta unsur Forkopimda Kota Sukabumi sudah melakukan Video Conference bersama pak Gubernur Jawa Barat. Hasil kesepakatan bersama bahwa mulai Rabu depan pelaksanaan PSBB se-Jawa Barat dimulai,” kata Fahmi kepada wartawan.

Namun pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemprov Jabar terkait mekanisme dan persiapan peraturan PSBB. “Untuk Juklak juknisnya kita masih menunggu arahan dari Jawa Barat, karena pak Gubernur menyampaikan dalam waktu dekat ini akan menyampaikan,” tambahnya.

Kasus Corona di Kota Sukabumi Capai 35 Orang

Fahmi menyebut, saat ini total kasus positif Corona di Kota Sukabumi mencapai 35 orang. Tersebar hampir di beberapa kecamatan yang berada di Kota Sukabumi.

Pasien terdiri dari balita, pelajar, hingga tenaga kesehatan. Maka dari itu, mulai 1 Mei semua orang yang masuk Kota Sukabumi wajib menggunakan masker.

“saat ini pemerintah telah mengeluarkan aturan wajib penggunaan masker bagi siapa saja yang masuk ke wilayah Kota Sukabumi. Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan pada Jumat 1 Mei 2020,” tandasnya.(ct2/rez)

Sumber: Indeks News

Kategori
Today

Dicabuli Ayah Tiri Sejak SMP, Korban Kerap Diancam

SUKABUMITODAY.CO, Parungkuda – Polisi menangkap UE (46) pelaku pencabulan terhadap anak tiri di bawah umur, Jumat (24/4/2020). Pelaku merupakan ayah tiri korban yang tinggal di Kp. Bolang, RT 01/04, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengatakan penangkapan pelaku pencabulan anak tiri berlangsung pada hari Rabu (22/4/2020). Pelapor yang merupakan ibu korban mengetahui bahwa anak kandungnya IR (18) mendapat perlakuan tidak senonoh.

“Mendapatkan perbuatan cabul dan persetubuhan yang dilakukan oleh UE (46) yang merupakan suami pelapor atau bapak tiri korban.” tuturnya kepada Sukabumi Today, Selasa (28/4/2020).

Aah menuturkan, perbuatan cabul dan persetubuhan tersebut terjadi sejak tahun 2017. Tepatnya sewaktu korban masih duduk di kelas 3 SMP atau usia nya masih 15 tahun. Perbuatannya berlangsung sampai tahun 2019.

Pelaku melakukan perbuatannya terhadap korban pada saat istrinya sedang bekerja, sehingga dirumah itu hanya ada UE dan IR.

“Sehingga membuat pelaku leluasa melakukan perbuatan cabul,” paparnya.

Ia menambahkan, adapun selama ini korban mendapatkan perlakuan persetubuhan dari UE sebanyak kurang lebih enam kali. Saat melakukan perbuatannya UE selalu melakukan tekanan atau ancaman.

UE mengancam apabila IR memberitahukan atau menceritakan kelakuannya kepada orang lain, maupun ke ibu korban. Maka pelaku akan melakukan tindakan kekerasan baik terhadap korban maupun ibu korban.

“Pelaku pun selalu memberikan uang kepada korban setelah selesai melakukan perbuatannya terhadap korban,” ungkapnya.(ian)

Kategori
Peristiwa

Alhamdulillah, Enam Pasien Corona di Kota Sukabumi Sembuh

SUKABUMITODAY.CO – Enam pasien Corona di Kota Sukabumi dinyatakan sembuh. Namun ada penambahan empat kasus baru positif corona alias Covid-19 pada Senin (28/4/2020).

Juru Bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, menyebutkan angka pasein Covid-19 yang sembuh di Kota Sukabumi kini menjadi tujuh orang.

“Yang sembuh enam, sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing,” kata Wahyu Senin (27/4/2020).

Keenam orang pasien corona tersebut dinyatakan sembuh setelah menjalani swab test untuk kedua kalinya. Wahyu menjelaskan salah satu faktor kesembuhan mereka adalah tidak memiliki penyakit penyerta lainnya.

“Enam pasien itu dari Gunungpuyuh, kebanyakan Kelurahan Karamat. Kasus awal,” imbuhnya.

Keenamnya sudah dapat dipulangkan. Namun Wahyu mengimbau pasien untuk tetap melakukan isolasi terlebih dahulu selama 14 hari di rumah masing-masing, sebelum berinteraksi dengan masyarakat.

“Kalau sudah sebenarnya bisa berinteraksi secara normal. Enam pasien yang sembuh itu laki-laki tiga orang dan perempuan tiga orang,” tambah Wahyu.

Hingga saat ini, tercatat ada 29 kasus positif Covid-19 di Kota Sukabumi. Tujuh orang sudah dinyatakan sembuh dan 22 lainnya masih dalam perawatan. (ct2/rez)

Kategori
Peristiwa

Bertambah 4 Kasus, 1 Balita di Kota Sukabumi Positif Covid-19

SUKABUMITODAY.CO – Kian bertambah, total pasien positif Covid-19 Sukabumi mencapai 29 kasus. Bahkan satu balita dikonfirmasi positif terpapar virus corona.

Juru bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana merilis hasil penanganan terbaru Covid-19 di Kota Sukabumi hari ini, Senin (27/4/2020). Tercatat ada penambahan 4 kasus yang dikonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya ada 25 kasus positif di Kota Sukabumi, kini total menjadi 29 orang positif Covid-19. Diantara 4 orang tersebut, satu balita dinyatakan positif corona.

“4 kasus baru, 2 perempuan 2 laki-laki. 3 dari Kecamatan Cibeureum (2 siswa dan 1 balita), serta 1 dari Kecamatan Gunungpuyuh (petugas kesehatan),” kata Wahyu.

Adapun 22 pasien masih dalam perawatan, sedangkan 6 orang telah dinyatakan sembuh. “Yang baru, 6 orang sembuh, kemarin 1 orang, jadi total pasien sembuh di Kota Sukabumi jumlahnya 7 orang,” jelasnya.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Sukabumi, masih berada diangka 28 pasien. Jumlah tersebut terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan.

22 orang telah selesai mendapat pengawasan, sedangkan 6 orang lainnya masih dalam pengawasan.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Sukabumi kini total ada 248 orang.

Angka ini bertambah 1 orang dari sebelumnya, yakni 247 orang. Dengan rincian, 215 orang dinyatakan selesai pemantauan dan 33 lainnya masih dalam pemantauan. (ct2/rez)

Kategori
Today

Jadwal Sholat dan Imsakiyah Sukabumi Hari Ini, Senin 27 April 2020

SUKABUMITODAY.CO – Berikut jadwal sholat dan imsakiyah Ramadan 1441 H hari ini, Senin 27 April 2020 untuk wilayah Bandung, Cianjur dan Sukabumi. Jadwal ini dirangkum dari situs bimasislam.kemenag.go.id.

Bandung

IMSAK 04:26
SUBUH 04:36
TERBIT 05:44
DUHA 06:16
ZUHUR 11:54
ASAR 15:12
MAGRIB 17:56
ISYA 19:02

Cianjur

IMSAK 04:26
SUBUH 04:36
TERBIT 05:49
DUHA 06:17
ZUHUR 11:53
ASAR 15:13
MAGRIB 17:49
ISYA 18:59

Sukabumi

IMSAK 04:28
SUBUH 04:38
TERBIT 05:52
DUHA 06:20
ZUHUR 11:55
ASAR 15:15
MAGRIB 17:51
ISYA 19:01

Doa Niat Puasa

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala”

Terjemahannya, “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Doa berbuka

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Terjemahannya, “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Itulah jadwal sholat dan imsakiyah Ramadan 1441 H hari ini, Senin 27 April 2020 untuk wilayah, Bandung, Cianjur dan Sukabumi. (ct2/rez)

Kategori
Peristiwa

Korban Tenggelam di Sungai Cibelener Ditemukan Tewas

SUKABUMITODAY.CO, Cicantayan – Korban tenggelam di Sungai Cibelener, Kampung Cibungur, RT 01/RW 05, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi berhasil ditemukan, Minggu (26/04/2020). Diketahui korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 09.30 WIB.

Paur Subbag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, mengungkapkan, korban bernama Musidin itu dievakuasi beberapa unsur. Di antaranya Bhabinkamtibmas, Babinsa, tim relawan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukabumi, tim SAR dan warga.

“Pencarian yang sebelumnya sempat terhenti diakibatkan waktu dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Dikhawatirkan ada korban susulan sehingga pencarian korban diduga tenggelam dilanjutkan keesokan harinya (hari ini),” demikian laporan tertulis yang diterima Sukabumi Today.

Ia pun menuturkan, pencarian tersebut dibagi menjadi tiga titik. Hal itu dikhawatirkan korban telah berpindah tempat karena hanyut tenggelam diterjang arus Sungai Cibelener Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan.

“Berkat kerja sama dan doa dari tim gabungan, korban berhasil ditemukan di lokasi yang sama sekira pukul 09.30 WIB dalam keadaan sudah meninggal,” ungkap dia.

Dalam evakuasi itu, hadir pula Kapolsek Cibadak yang diwakili Iptu Madun. Lalu, hadir pula Camat Cicantayan, Sendi beserta kepala desa setempat.

“Pada kesempatan ini Panit Reskrim mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga almarhum diterima amal islam dan keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.

Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, tidak ditemukan adanya dugaan tindak pidana

“Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban. Menerima kejadian tersebut merupakan takdir dan murni kecelakaan tidak ada unsur lainnya.” tutupnya.(afs/ian/rez)

Kategori
Today

Jadwal Imsakiyah Sukabumi Hari Ini, Sabtu 25 April 2020

SUKABUMITODAY.CO – Berikut jadwal imsakiyah Ramadan 1441 H hari ini, Sabtu 25 April 2020 untuk wilayah, Bandung, Cianjur dan Sukabumi. Jadwal ini dirangkum dari situs bimasislam.kemenag.go.id.

Bandung

IMSAK 04:25
SUBUH 04:35
TERBIT 05:44
DUHA 06:16
ZUHUR 11:51
ASAR 15:11
MAGRIB 17:52
ISYA 18:58

Cianjur

IMSAK 04:26
SUBUH 04:36
TERBIT 05:49
DUHA 06:17
ZUHUR 11:53
ASAR 15:13
MAGRIB 17:49
ISYA 19:00

Sukabumi

IMSAK 04:28
SUBUH 04:38
TERBIT 05:52
DUHA 06:20
ZUHUR 11:55
ASAR 15:15
MAGRIB 17:52
ISYA 19:02

Itulah jadwal imsakiyah Ramadan 1441 H hari ini, Sabtu 25 April 2020 untuk wilayah, Bandung, Cianjur dan Sukabumi. Tetap ikuti imbauan pemerintah tentang protokoler kesehatan ya!(ct2/rez)

Kategori
Today

Pemkab Sukabumi Keluarkan Surat Edaran Jelang Ramadan, Ini Isinya

SUKABUMITODAY.CO – Pemkab Sukabumi menerbitkan surat edaran nomor 451/2696-Kesra tentang Tertib Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, pada Senin, 20 April 2020 lalu. Ada 21 poin terkait pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan di tengah pandemi Covid-19 untuk Kabupaten Sukabumi.

Surat edaran ini ditujukan kepada pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pimpinan Ormas se-Kabupaten Sukabumi.

Adapun 21 poin tersebut, pertama terkait pelaksanaan Salat Tarawih dan Tilawah atau Tadarus Alquran, masyarakat disarankan melakukannya secara individual di rumah masing-masing.

Lalu pelarangan aktivitas sahur On The Road. Sahur disarankan dilakukan individual, atau bersama keluarga inti. Untuk pengumpulan zakat fitrah, juga harus dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya.

Tidak disarankan untuk melakukan Salat Tarawih keliling dan takbiran keliling. Takbiran dapat dilakukan di masjid atau musala dengan menggunakan pengeras suara.

Adapun untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah akan ditentukan kemudian. Pelaksanaan halal bihalal atau silaturahim juga dapat digelar, melalui Video Call.

Berikan Keleluasaan

Bagi sektor swasta, diminta untuk memberi keleluasaan bagi karyawan pabrik dan masyarakat menunaikan ibadah di bulan Ramadan. Terutama dalam pelaksanaan salat magrib dan buka puasa, setiap perusahaan mengusahakan jam kerja berakhir pada pukul 16.30 WIB.

Tidak hanya itu, perusahaan juga diminta memberikan para pekerja keleluasaan dan fasilitas ibadah sesuai agama masing-masing. Bagi karyawan yang mendapatkan kebijakan kerja shift, agar tetap diberikan keleluasaan melakukan ibadah dan menjamin kesehatan dan keselamatan kerja.

Hal tersebut juga berlaku bagi karyawan lembur, perusahaan wajib memberikan fasilitas dan keleluasaan pekerja untuk melaksanakan ibadah buka puasa, salat magrib, salat isya dan salat tarawih setelah berkoordinasi dengan Posko Tertib Ramadan di kecamatan.

Perusahaan tidak menyediakan makanan dan minuman, atau perijinan para pedagang makanan dan minuman, di siang hari selama bulan ramadhan. Kemudian perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) satu minggu sebelum hari raya. Hal ini berdasarkan Permenaker nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Bagi sektor usaha di bidang perhotelan, diimbau lebih selektif dalam menerima tamu. Terutama para tamu berpasangan yang bukan suami istri. Tidak memperjualbelikan atau menjadikan tempat untuk mengkonsumsi minuman beralkohol atau narkoba.

Dilarang menyalakan atau menggunakan mercon atau petasan. Setiap perusahaan diimbau memasang baligho di depan perusahaan masing-masing mengenai edaran ini. Bagi mereka yang melanggar, akan dikenakan sanksi tegas.

Terakhir, Pemkab Sukabumi mengimbau setiap kecamatan untuk membentuk tim terpadu dan posko tertib Ramadan. Terdiri dari Muspika, MUI, Ormas, Apindo dan serikat pekerja untuk monitoring pelaksanaan kegiatan bulan suci Ramadan. (ct2/rez)