Kategori
Today

GSI 1 Cikembar Akan PHK Ribuan Buruh

SUKABUMITODAY.CO, Cikembar – PT GSI 1 Cikembar Sukabumi akan melakukan PHK kepada ribuan buruh. Hal itu karena dampak pandemi Covid-19 dan buntut pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Humas PT GSI 1 Cikembar Sukabumi, Nurzaman Dwinanda, mengatakan dampak pandemi sangat dirasakan PT GSI 1 Cikembar Sukabumi seperti operasional perusahaan yang mengalami penurunan yang drastis. Pihak perusahaan telah melakukan berbagai upaya seperti penghematan biaya operasional, pemadatan hari kerja, mengurangi jam lembur.

Kemudian program pengunduran diri secara sukarela dan antisipasi lainnya yang dianggap dapat membantu meringankan beban perusahaan. Namun kondisi perusahaan saat ini masih belum stabil karena jumlah order yang tidak sesuai dengan kapasitas produksi perusahaan.

“Dengan berat hati terpaksa perusahaan akan mengumumkan PHK terhadap sebagian karyawan atau sekitar 37 persen dari total 14000 buruh yang bekerja di perusahaan ini,” ujarnya seperti diberitakan Seputarsukabumi.com.

Nurzaman mengatakan pemberlakuan PHK PT GSI 1 Cikembar Sukabumi akan sesuai Pasal 164 ayat 3 UU No 13 Tahun 2003. Buruh yang kena PHK akan mendapat uang pesangon sebesar dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2). Kemudiqn uang penghargaan masa kerja sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

“Awalnya karyawan yang akan di-PHK sekitar 15 -17 persen saja itu pun karena pandemi. Tapi sehubungan ada tuntutan baru kini bertambah menjadi menjadi 37 persen,” tambahnga.

Nurzaman menuturkan, pihaknya akan fokus menstabilkan produksi internal dan menaikkan kualitas produksi. Diharapkan perusahaan pun mampu menghadapi rintangan selama masa pandemi covid 19 dan sejak disahkannya RUU Cipta Kerja.

“Semoga di kemudian hari situasi dapat menjadi lebih baik dan GSI dapat berkembang besar. Memberikan lowongan kerja kepada masyarakat Sukabumi serta memberikan sumbangsih dalam membangun perekonomian daerah dan Indonesia,” tandasnya.(rez/bbs)

Kategori
Peristiwa

Jelang Libur Panjang, PT KAI Berikan Diskon Tiket hingga 25 Persen

Sukabumitoday.co – Jelang libur panjang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon tiket hingga 25 persen. Potongan harga ini berlaku untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh melalui program promo Big Sale.

“Promo Big Sale ini merupakan wujud apresiasi kepada pelanggan KAI dalam menyambut libur panjang Hari Raya Idul Adha 1441 H” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Promo Big Sale ini akan berlaku untuk perjalanan KA tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2020. Tiketnya pun akan dibatasi, semua pelanggan dapat mendapatkan promo ini melalui pembelian tiket di aplikasi KAI Access, Web kai.id, dan seluruh mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Selain dalam menyambut libur Idul Adha, PT KAI mengadakan promo ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Melalui promo tersebut, KAI yakin minat masyarakat akan layanan kereta api akan semakin meningkat.

Daftar Diskon Tiket Kereta Api

Adapun KA yang mendapatkan potongan tarif hingga 25%, yaitu:

1 KA Bima (Gambir – Malang)
2 Kertajaya (Pasar Senen – Surabaya Pasarturi)
3 Sembrani (Gambir – Surabaya Pasarturi)
4 Turangga (Gambir – Surabaya Gubeng)
5 Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan)
6 Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan).

Untuk potongan harga, juga beragam seperti KA Bima sebelumnya Rp650.000 menjadi Rp500.000, Turangga Rp630.000 menjadi Rp500.000, dan Argo Dwipangga dari Rp440.000 menjadi Rp360.000.

Dalam pelaksanaanya, PT KAI tetap menetapkan protokol kesehatan. Pelanggan diwajibkan mematuhi aturan. Pelanggan harus mensyaratkan surat keterangan bebas Covid-19, wajib memakai masker, suhu tidak melebihi 37,3 derajat, dalam kondisi sehat (tidak demam, batuk, flu, dan sesak nafas), serta mengimbau pelanggan untuk memakai pakaian lengan panjang.

Bagi pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan mengenakan Face shield selama dalam perjalanan, hingga meninggalkan area stasiun tujuan.

PT KAI akan menyediakan Face Shield untuk penumpang dewasa, sedangkan penumpang dengan usia dibawah 3 tahun (infant) agar membawa Face Shield pribadi.

KAI juga turut bekerja sama dengan RNI, dan menyediakan layanan Rapid Test seharga Rp85.000 di 12 Stasiun dengan jam pelayanan Rapid Test di Stasiun adalah 07.00 – 19.00.

Pelanggan yang ingin melalukan rapid test, harus memiliki jadwal keberangkatan dibawah pukul 07.00. Test juga disarankan dilakukan minimal 1 hari sebelum jadwal keberangkatan.

“Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan dan potongan harga tersebut untuk bepergian menggunakan kereta api. KAI berkomitmen untuk mengoperasikan kereta api dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat perjalanan,” tutup Joni.(ega/rez)

Kategori
Today

Sambut Idul Adha, KAI Berikan Promo Tiket Kereta Api

SUKABUMITODAY.CO, Bandung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan promo tiket KA Argo Bromo Anggrek tujuan Gambir – Surabaya Pasarturi untuk perjalanan Kamis 30 Juli 2020 dan Minggu 2 Agustus 2020. Mulanya, harga tiket normal Rp650.000, namjn dengan adanya potongan menjadi Rp500.000.

VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus, mengatakan promo tiket kereta api ini diberikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H pada Jumat, 31 Juli 2020. Potongan harga tersedia untuk 50 pelanggan beruntung yang membeli tiket KA Argo Bromo Anggrek perjalanan 30 Juli dan 2 Agustus 2020. Melalui aplikasi KAI Access, Website kai.id, dan seluruh mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Selain itu, pelanggan yang berangkat menggunakan KA Argo Bromo Anggrek pada perjalanan 30 Juli dan 2 Agustus 2020 berhak mengikuti undian dengan hadiah Voucher Tiket kereta api. KAI menyediakan 12 voucher tiket KA yang dapat digunakan pelanggan untuk menggunakan KA semua kelas ke semua jurusan secara gratis.

Berbagai Promo dan potongan harga ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sebelumnya, PT KAI bekerja sama dengan RNI menghadirkan layanan Rapid Test dengan harga terjangkau di stasiun.

“Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan promo dan layanan rapid test tersebut untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat perjalanan,” ujar Joni.

Mulai Agustus, KAI kembali mengoperasikan perjalanan KA Argo Bromo Anggrek setiap akhir pekan dan tanggal tertentu lainnya. Pengoperasian kembali KA Jarak Jauh Reguler pada rute lainnya, dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Melalui promo dan inovasi yang dihadirkan, KAI yakin minat masyarakat akan layanan kereta api akan semakin meningkat. “Dengan adanya pergerakan dan peningkatan mobilitas masyarakat yang lebih dinamis, KAI turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” tutupnya.(rez)

Kategori
Peristiwa

Seorang Santri Ditemukan Gantung Diri di Pohon Mangga

SUKABUMITODAY.CO, Cicurug – Seorang santri berinisial MF (22) ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri. Ia ditemukan tewas menggantung di Kampung Benda RT 01/08 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/7/2020).

MF diketahui merupakan seorang santri sebuah ponpes. Menurut sakisi mata, M Ilham Saepulloh, mengatakan, MF pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB. Jasad MF menggantung dengan tali tambang warna biru melingkar di leher dan digantung di pohon mangga.

Sebelum kematiannya, MF diketahui pernah meminta untuk dirukiah. Keinginannya ini ia sampaikan kepada sahabatnya Ilham. MF sendiri baru satu minggu jadi santri.

Ilham mengaku kerap mendengar MF mengeluh ingin pulang.MF juga mengaku ingin sekali dirukiah. “Saya juga enggak tahu lagi persisnya, cuma tiba-tiba ramai banyak yang berteriak,” terangnya.

Saat ini, jenazah MF telah dievakuasi oleh Unit Reskrim Polsek Cicurug ke salah satu rumah sakit yang berada di Kecamatan Cicurug.(ega/rez)

Sumber : Sukabumi Update

Kategori
Today

Pria di Cibadak Ditemukan Tewas Gantung Diri

SUKABUMITODAY.CO– Seorang pria asal Kampung Citugu, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ditemukan tewas diduga gantung diri di dalam rumahnya, Rabu (17/6/2020). Pria itu diketahui berinisial BI (30) yang berprofesi sebagai buruh.

Ia ditemukan pada Rabu pagi sekitar pukul 05.45 WIB. Kapolsek Cibadak, Kompol Hadi Santoso, menjelaskan, sejumlah saksi yang merupakan warga sekitar mengatakan BI dalam beberapa hari terakhir nampak seperti orang yang depresi.

“Saksi pertama atas nama Iyom (43 tahun) yang merupakan ibu kandung BI mengaku masih melihatnya berada di rumah seorang diri sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian pukul 06.15 WIB Ibu Iyom kembali mendatangi BI karena belum berangkat kerja, khawatir kesiangan. Saat dilihat, saudara BI sudah dalam meninggal dunia dalam kondisi gantung diri,” kata Hadi kepada

Saat Iyom menenukan anaknya gantung diri ia langsung memanggil warga setempat, salah satunya Kurnia (30 tahun) yang masih saudara BI. Kurnia kemudian langsung melapor kepada pihak berwajib. Iyom mengaku BI tidak pernah bercerita tentang permasalahannya.

Saat kejadian istri korban tidak ada dirumah sehingga tidak ada yang tahu alasan korban gantung diri.

“Kemudian BI saat kejadian sedang sendirian di rumah karena istrinya, Elis Rahmawati (27 tahun) sedang berangkat ke Palabuhanratu mengurus BPJS,” lanjutnya Hadi.

Saat ini korban diurus oleh keluarganya. Pihak leluarga menolak melakukan autopsi. “Keluarga tidak akan menyalahkan dan tidak akan menuntut siapa-siapa karena hal tersebut merupakan musibah. Keluarga akan segera melakukan pemakaman sesuai syariat Islam,” tandas Hadi.(ega/rez)

Sumber: sukabumi update | Foto: Ilustrasi

Kategori
Pelabuhan Ratu

Seorang Wisatawan Meninggal Terseret Ombak di Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO– Lima orang wisatawan terseret ombak di objek wisata Pantai Batu Bintang (Batu Bentang) Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/6/2020). Dari lima orang tersebut, satu orang dinyatakan meninggal.

Menurut informasi, wisatawan meninggal tersebut bernama Rahma (17 tahun) warga Kampung Simpenan, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini terjadi terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat kejadian kelimanya tengah berenang di pantai.

Selain Rahma, empat rekannya yakni Raihan (15 tahun),  Latif (14 tahun), Adit (16 tahun) dan M Rustian Alamsyah (20 tahun) dapat diselamatkan. “Korban semuanya lima orang, satu orang meninggal dan empat orang selamat,” ujar ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiq, Minggu (7/6/2020).

Adapun kronologis kejadian berawal saat korban tengah berenang bersama empat orang rekannya. Kemudian 3 orang yaitu Rahma, Latif, Adit terbawa arus laut. M Rustian dan Raihan lalu berusaha menolong, ketiganya berhasil dibawa ke darat namun dalam keadaan kritis. Saat di bawa ke RSUD, korban atas nama Rahama dinyatakan meninggal. (ega/rez)

Sumber: sukabumi update

Kategori
Pelabuhan Ratu

Gadaikan Mobil Rentalan, Pria Ini Diciduk Polisi

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Gadaikan mobil rentalan, seorang pria diamankan Satreskrim Polres Sukabumi. Polisi pun merilis tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor itu pada Kamis (4/6/2020).

Wakapolres Sukabumi Kompol Sigit Rahayudi, menyatakan penyelidikan kasus penggelapan ini berdasar Laporan Polisi LP/B/105/V/2020/DA JBR/RES SKI tanggal 21 Mei 2020 tentang dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP. Modus operandi pelaku menyewa untuk kendaraan operasional perusahaan.

“Adapun tersangka yang berhasil ditangkap dalam kasus tersebut DS (42) laki- laki, pekerjaan Wiraswasta, alamat Kampung Nangewer, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Sedangkan tersangka W masih DPO.” paparnya melalui keterangan Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman, kepada Sukabumi Today, Kamis (4/6/2020).

Sigit mengatakan, tempat kejadian di wilayah Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Modus operandi pelaku pada awalnya menyewa atau rental kendaraan, untuk digunakan sebagai kendaraan operasional di salah satu perusahaan.

Namun kemudian tanpa sepengetahuan pemilik, kendaraan yang disewa pelaku tersebut digadaikan. Bahkan mobil itu dijadikan jaminan hutang kepada pihak lain.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 9 kendaraan roda empat dengan berbagai merek dan tipe,” ungkapnya.

Ia menambahkan, atas perbuatannya, ketentuan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 372 KUHP. Ancaman hukuman Pidana 4 tahun penjara.

“Serta Pasal 480 ayat 1 tentang pertolongan jahat atau tadah barang hasil kejahatan dengan ancaman hukum 4 tahun penjara,” pungkasnya.(ian/rez)

Kategori
Today

Rumah di Sukaraja Digrebek, Polisi Temukan 402 Kilogram Narkoba

SUKABUMITODAY.CO– Tim Satgasus Polri melakukan penggerebekan satu rumah warga di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi terkait kasus narkoba, Rabu (3/06/2020). Bersama dengan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Polisi berhasil mengamankan narkoba sebanyak 402.380 Gram atau sekitar 402 Kilogram.

Polisi juga meringkus 6 orang tersangka berinisial BK, I, S, NH, R dan YF. Penggerebekan yang dilakukan pada pukul 18.30 WIB, tepatnya di Perumahan Taman Anggrek, Jalan Myltonia D 8, No D7/12 ini, berawal dari informasi terkait adanya transaksi narkotika dari Iran. Transaksi ini disebutkan menggunakan metode Ship to Ship di tengah laut, Samudera Hindia.

Kemudian Tim Satgasus Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dipimpin Kombes Herry Heryawan melakukan penelusuran terhadap jaringan tersebut. Hingga akhirnya tim dapat melakukan pembuntutan terhadap dua orang kru kapal, dan mengamankan barang bukti 2 kilogram narkoba jenis sabu di Pelabuhan Ratu.

Lalu berakhir dengan penggeledahan rumah di kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Di sana polisi menemukan narkotika jenis sabu dengan berat bruto total 402 kilogram, yang jika dirupiahkan bernilai Rp482 miliar.

Atas kasus ini, pelaku terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Uu nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (ega/rez)

Kategori
Today

Jabar Perpanjang PSBB Hingga 12 Juni

SUKABUMITODAY.CO, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabar. Keputusan ini telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.287-Hukman/2020 yang ia teken tanggal 28 Mei 2020.

Terdapat beberapa poin dalam surat tersebut. Pertama yakni penerapan PSBB di wilayah Bodebek, yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi ,dan Kota Bekasi, akan diperpanjang selama enam hari lagi, mulai tanggal 30 Mei 2020 sampai 4 Juni 2020.

Lalu wilayah Jabar lainnya diluar Bodebek, seperti Bandung, akan melaksanakan PSBB selama 14 hari lagi, dimulai tanggal 30 Mei 2020 sampai 12 Juni 2020.

Begitupun bagi masyarakat tinggal di wilayah yang menerapkan PSBB tersebut wajib mengikuti aturan. Jika nantinya masih terdapat bukti penyebaran Covid di daerah, maka PSBB mungkin akan diperpanjang lagi.

Adapun beberapa wilayah di Jawa Barat, telah menyatakan akan melaksanakan perpanjangan PSBB ini sesuai perintah. Salah satunya adalah Kabupaten Sukabumi.

Wakil Bupati Adjo Sarjono menegaskan bahwa Pemkab Sukabumi akan mengikuti keputusan gubernur soal perpanjangan PSBB ini.  “Kabupaten akan mengikuti keputusan gubernur,” ucapnya. (ega/rez)

Kategori
Today

Masuki PSBB Jilid 2, Ini Syarat Bisa Masuk Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO – Kabupaten Sukabumi akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua. Masyarakat dari luar daerah  harus melalui beberapa syarat untuk masuk ke Sukabumi.

Tidak jauh berbeda seperti saat PSBB sebelumnya, setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Sukabumi terlebih dulu akan diarahkan masuk ke check point terlebih dahulu.

Check point akan berada di Terminal Cicurug, diperbatasan Bogor dengan Sukabumi, tepatnya Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Bagi masyarakat luar daerah yang tidak ada kepentingan khusus, maka akan diminta untuk putar balik.

Pamenwas OPS Polres Sukabumi, Kompol Maryono, mengatakan masyarakat yang ingin masuk ke wilayah Sukabumi itu harus memenuhi prosedur. Yaitu memperlihatkan surat keterangan.

“Jika masyarakat masih ingin masuk ke wilayah Sukabumi, minimal memperlihatkan surat keterangan tugas dari instansi atau perusahaan,” jelas Maryono, Rabu (27/5/2020).

Adapun bagi masyarakat yang sedang berdinas, tetapi mendesak harus masuk ke Sukabumi, maka harus membuat laporan ke RT dan RW setempat. “Dan untuk masyarakat yang pulang ke Sukabumi diharapkan untuk lapor ke RT dan RW setempat,” terangnya.

Sejauh ini berdasarkan hasil pemantauan petugas kendaraan, yang datang ke Sukabumi itu kebanyakan berasal dari Bogor. “Kendaraan yang datang ke Sukabumi itu mayoritas merupakan warga Bogor,” pungkasnya.

Adapun penyekatan ini dilakukan hingga 29 Mei mendatang. (ega/rrz)

Sumber: Sukabumiupdate.com