Kategori
Today

TKW Asal Sukabumi Mengaku Sempat Disekap Di Irak

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Pekerja migran wanita atau TKW asal Kampung Tangkolo, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Sukabumi bernama Lina Pratiwi mengaku sempat disekap oleh agen yang memberangkatkannya.

Ia mengaku tidak menceritakan kondisinya sesungguhnya saat bekerja di Kota Dohuk, Irak selama ini.

“Saya tidak mau keluarga saya khawatir, jadi saya tidak ceritakan kondisi saya. Hari ini (kemarin) baru saya ceritakan ke keluarga. Karena saya tidak tahun, saya mau pulang ke Indonesia,” kata Lina dikutip Radarsukabumi.com, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, Lina mengaku hanya menceritakan hal yang baik-baik saja kepada keluarga lantaran tidak ingin menyusahakan dan membuat cemas keluarganya di Sukabumi. Bahkan, dia tak mau agen yang memberangkatkannya secara non prosedural menekan keluarganya.

“Saya takut agen (di Indonesia) menekan keluarga. Agen di sini juga mengintimidasi saya,” ungkapnya.

Lina pun menceritakan kronologi perjalanannya bisa sampai berada di Irak. Lina mengaku menerima tawaran bekerja di luar negeri dari agen dan sponsor yang salah seorangnya berdomisili di Sukabumi.

Hak Hidup Lina Tidak Dipedulikan

Dia dijanjikan bekerja di sebuah restoran di Kota Doha, Qatar dengan iming-iming gaji sampai Rp10 juta per bulan. Lina pun setuju dan dibawa ke Bekasi sebelum akhirnya diberangkatkan ke kota yang dijanjikan.

“Tapi ternyata tidak seperti yang dijanjikan. Saya malah diberangkatkan di Ebril. Awalnya sempat mengira Ebril itu di Arab Saudi, jadi tenang-tenang aja. Ternyata bukan. Saya tiba di Irak tanggal 12 Februari 2019,” kata Lina.

Sesampainya di Irak, Lina bertemu dengan salah seorang warga Sukabumi bernama Tuti dan kelima TKW dari Jawa Barat lainnya. Termasuk Septyani dan Rustia yang berasal dari Kabupaten Karawang.

Ketujuh TKW tersebut tidak dipedulikan hak hidup dan lainnya oleh agen yang menampung mereka. Hak hidup yang dimaksud seperti makanan, istirahat bahkan tidak mendapatkan gaji.

“Handphone kami diambil. Gaji semuanya diambil. Hak hidup kami dirampas. Sehingga kami bertujuh memutuskan untuk kabur rencananya mau ke kedutaan Indonesia yang ada di sini, tapi karena tidak tahu, kami ke kantor polisi (Setempat),” ucap Lina.

Namun, usaha kabur tersebut ternyata gagal. Mereka akhirnya dikembalikan ke si agen oleh kepolisian setempat. Lina mengisyaratkan oknum polisi tersebut disuap oleh agen.

Lina Sempat Disekap Di Kamar Hotel

Kondisi terburuk pun terjadi tak lama dari itu, Lina dan seorang TKW Sukabumi beserta TKW lainnya disekap di sebuah kamar hotel yang tidak diketahui namanya. Kemudian, satu persatu TKW mendapatkan pekerjaan dan pindah ke rumah majikan.

“Tapi saya yang terakhir di hotel. Saya dipaksa untuk menulis surat atas nama teman-teman saya itu. Yang isinya kami memang bersedia bekerja di Irak tanpa adanya paksaan dan siap bertanggung jawab kalau melanggar aturan,” jelas Lina.

Akhirnya Lina pun mendapatkan majikannya. Dia bekerja dengan gaji senilai 240 dolar namun tidak didapatkannya.

“Gaji saya itu diambil agen. Tapi beberapa bulan terakhir saya sudah bisa terima gaji,” kata Lina lirih.

Lina mengakui bahwa majikannya baik. Memang tidak ada perlakuan kasar baik secara kata-kata maupun tindakan. “Tapi saya di sini harus bekerja kapan pun diminta. Ya saya capek. Apalagi setelah semua apa yang terjadi. karena yang saya mau cuma satu, pulang ke Indonesia dengan aman tanpa tuntutan apapun,” tutur dia.

Sebelumnya Lina memang tidak pernah menceritakan kondisi sesungguhnya di Irak kepada keluarganya di Sukabumi. Namun, setelah mendapatkan masukan dari pihak KBRI dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Lina pun akhirnya berani buka suara.

“Sudah saya ceritakan semuanya ke keluarga. Saya minta untuk buat laporan tentang saya biar saya bisa pulang,” imbuhnya.

Lina berharap, pemerintah Indonesia yang dalam hal ini KBRI di Baghdad termasuk Pemda Kabupaten Sukabumi bisa membantu proses pemulangan.

“Saya cuma pengen pulang dengan selamat dan aman. Saya mohon bantuannya,” pungkasnya.(ct1)

Kategori
Today

Disleding Dua Kaki, Pemain Bola Asal Sukabumi Patah Tulang

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Nahas dialami Erik Setiawan (24), seorang pemain sepak bola asal Kampung Gulingjawa, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Pria yang merupakan pemain tim Global mengalami patah tulang kaki usai bertanding di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Selasa (15/10/2019).

Erik mengalami patah tulang kering di kaki sebelah kanan saat timnya bertanding dengan kesebelasan Putra Mandiri, di kompetisi sepak bola terbuka. Kejadian itu bermula ketika Erik menggiring bola di daerah pertahanan Putra Mandiri.

“Saat itu saya lagi menerima umpan, saya giring bolanya. Kemudian saya dorong bola itu. Dari sisi kanan belakang saya tidak tahu kenapa melakukan sliding dengan dua kaki, digunting gitu,” tuturnya saat dihubungi Sukabumi Today, Rabu (16/10/2019).

Erik pun terjatuh setelah mengalami hadangan salah seorang pemain Putra Mandiri itu. Ia langsung tidak menyadari apapun ketika mendapati kakinya yang patah.

“Saya langsung tidak sadar apa-apa. Lihat kaki saya patah, udah saya enggak sadar,” tuturnya.

Erik pun mengungkapkan, pihak Putra Mandiri juga sempat menjenguknya dan memberi santunan kepadanya. Namun, Erik belum menemui pemain yang membuat kakinya patah.

“Tadi pagi manajernya sempat datang memberi santunan juga. Kalau sama yang slidingnya saya belum ketemu, mungkin masih syok katanya belum bisa ketemu,” tuturnya.

Usai kejadian tersebut, Erik dirawat di tempat ahli tulang di Caringin, Bogor. Erik pun mengungkapkan saat ini kondisinya mulai membaik dan tengah menjalani masa pemulihan.

“Saya di tempat ahli tulang. Alhamdulillah sekarang kakinya udah mulai membaik, tinggal masa pemulihan sekitar lima bulan,” ujarnya.

Erik menyebut, kompetisi tersebut merupakan kompetisi terbuka yang membolehkan tim yang ikut serta mengambil pemain dari daerah lain.

“Itu kompetisi terbuka tapi bisa ngambil pemain luar daerah. Tim saya (Global) juga dari daerah sana di Cijeruk,” kata dia.(ct1)

Kategori
Today

10 Bandar Narkoba Diciduk Dalam Sepekan, Nih Barang Buktinya

SUKABUMITODAY.CO, Cianjur – Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur berhasil menangkap 10 bandar narkoba yang berkeliaran di sekitaran wilayah Cianjur. Penangkapan bandar narkoba tersebut dilakukan dalam satu minggu terakhir. Para pelaku rata-rata menjadi bandar narkoba selama dua sampai tiga bulan.

Para bandar narkoba tersebut adalah Iwan Hermawandi, Rudiansyah, Dzikri, Rahman, Wisnu, Asep Andri, Hasim, Ramdan Soleh, Alek dan Andi.

Dari 10 bandar tersebut, terdapat sejumlah barang bukti yang berbeda-beda.

Sejumlah barang bukti diamankan, seperti sabu, tablet hexymer, tablet tramadol, dan paket ganja.

Identitas Bandar Beserta Barang Bukti

Iwan Hermawandi terbukti memiliki 6 paket Ganja seberat (Bruto) 164,37 Gram.

Rudiansyah terbukti memiliki 48 toples obat jenis Hexymer berisikan sebanyak 48.000 butir obat, dan 95 lembar obat jenis Tramadol dengan jumlah sebanyak 950 butir tablet.

Dzikri Ilham terbukti memiliki 19 bungkus paket ganja dengan berat (bruto) 112,24 gram.

Selain itu, Rohman terbukti memiliki 27 bungkus sabu seberat 28,33 gram (bruto). Sedangkan, Wisnu Kurniawan terbukti memiliki 19 bungkus sabu seberat (Bruto) 5,68 gram.

Selanjutnya, Asep Andri terbukti memiliki 17 (tujuh belas) paket Sabu seberat (Bruto) 4,58 Gram.

Lalu, Moch Hasim terbukti memiliki 12 bungkus sabu seberat (Bruto) 2,93 Gram. Kemudian, Ramdan Saleh terbukti memiliki lima toples obat jenis Hexymer yang masing-masing toples berisikan seribu butir tablet dengan jumlah seluruhnya sebanyak lima ribu butir tablet.

Selanjunya, Alek Wijaya terbukti memiliki 14 bungkus sabu seberat (Bruto) 11,64 gram. Terakhir, Andy Adam yang terbukti memiliki 6 bungkus plastik klip bening berisi shabu seberat (bruto) 33,48 gram.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap oknum yang mencoba-coba mengedarkan narkoba di wilayah Cianjur.

“Polres Cianjur khususnya Satuan Narkoba akan serius menindak tegas para bandar narkoba yang mencoba-coba untuk mengedarkan sabu-sabu ataupun barang-barang yang terlarang lainnya di Cianjur,” tuturnya saat konferensi pers di Mapolres Cianjur, Selasa (15/10/2019).

Para bandar narkoba tersebut dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(ct1)

Kategori
Today

Debt Collector Kosipa Dibunuh Gara-gara Tagih Utang


SUKABUMITODAY.CO, Cianjur
– Seorang Debt Collector, Jenal Ompusunggu Aritonang dibunuh yang mayatnya dibuang di Jalan Raya Sukanagara, Desa Suka Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kamis (26/9/2019). Pembunuhan tersebut ternyata karena utang.

Polres Cianjur pun telah mengamankan tujuh tersangka yaitu, ANA alias Ahek (50) dan CK alias maung (42) sebagai eksekutor. Sedangkan lima tersangka lainnya yaitu WN (43), SP (37), DN (41), AT (43), dan YP (54) sebagai penadah handphone dan motor korban.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan, pelaku merasa sakit hati karena sering ditagih utang oleh Jenal Ompusunggu dengan kasar. Akhirnya korban yang merupakan debt collector itu dibunuh karena utang piutang.

“Jadi tersangka itu merasa sakit hati dan dendam karena sering ditagih utang oleh korban. Pelaku pun kesal karena korban menagih dengan cara yang keras. Serta mengancam akan memberitahukan kepada istri pelaku,” ucapnya saat konferensi pers di Mapolres Cianjur, Senin (14/10/2019).

Sebelumnya, ANA berutang sebesar Rp40 juta untuk modal usaha. Namun, ANA tidak kunjung membayar utang. Sehingga korban pun kerap menagih utang dengan cara kasar.

Bahkan memberikan bunga hingga utang ANA pun bertambah menjadi Rp150 juta. Akibatnya, Debt Collector itu akan dibunuh ANA karena merasa sakit hati.

Pelaku Sempat Akan Menyantet Korban

Selain itu, korban sempat mengancam ANA dengan cara akan memberitahukan kepada istri pelaku dan mempermalukannnya. Akhirnya, ANA bekerja sama dengan anak buahnya, CK untuk mendatangi dukun guna menyantet korban.

Tapi, sebelum kedua pelaku menyantet, korban mendatangi rumah pelaku untuk menagih utang, Senin (2/9/2019) pukul 15.30 WIB. Tepatnya di rumah ANA di Perum Bumi Asri Blok B 183 C, Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Kemudian, Debt Collector itu dibunuh oleh CK dengan menggunakan balok kayu di bagian belakang leher, pelipis dan menendang wajah korban hingga tewas.

Kedua pelaku pun kebingungan mencari lokasi untuk membuang mayat korban. Akhirnya, kedua pelaku membawa mayat Debt Collector yang dibunuh menggunakan mobil milik ANA sambil mencari lokasi yang tepat.

Setelah menemukan tempat yang dirasa cocok, kedua pelaku membuang korban di Jalan Raya Sukanagara.

Sebelumnya, penemuan mayat di Kampung Sukarajin, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara menggemparkan masyarakat. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk.(ct1)

Kategori
Gaya Hidup

Cara ke Alun-alun Cianjur Naik Kereta Api dari Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Alun-alun Cianjur yang berada di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur menjadi destinasi wisata yang sangat digemari masyarakat. Bukan hanya dari Cianjur, tapi juga dari berbagai kota termasuk Sukabumi.

Warga Sukabumi yang penasaran sama Alun-alun Cianjur mana nih? Sering bingung gak sih kalau mau ke Alun-alun Cianjur? Nah buat kalian yang mau ke Alun-alun Cianjur dari Sukabumi bisa kok naik kereta api. Lebih cepat dan murah. Mau tahu cara ke Alun-alun Cianjur naik kereta api dari Sukabumi? Cukup simak ulasan ini.

Naik KA Siliwangi

Jadwal Lengkap Kereta Api Sukabumi - Ciranjang

Perjalaban dari Sukabumi ke Alun-alun Cianjur naik KA Siliwangi diawali dari Stasiun Sukabumi. Anda cukup membeli tiket Rp3 ribu untuk sekali jalan.

Perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar 1,25 jam. Melintasi sejumlah stasiun dan satu terowongan.

Tiba di Stasiun Cianjur

Setibanya di Stasiun Cianjur, kamu bisa jalan kaki menuju Alun-alun Cianjur. Jaraknya beberapa ratus meter dari stasiun. Ini rutenya: 

Ke Utara atau Kanan dari Gerbang Stasiun

Jika kamu sudah keluar dari gerbang stasiun, kamu tinggal belok ke utara atau kanan lalu jalan lurus sekitar lima menitan.

Nah setelah itu kamu akan menemukan pertigaan, lebih tepatnya di depan Toko Amigo Busana. Dari sana kamu tinggal belok kiri dan terus jalan lurus.

Di sepanjang perjalanan kamu akan menemukan banyak sekali pedagang kaki lima.

Setelah berjalan dari sana, kamu akan bertemu lagi dengan pertigaan yang ada lampu setopan. Lebih tepatnya pertigaan dekat Toko Shanghai.

Dari sana Anda sudah bisa melihat Gerbang Alun-alun Cianjur dan Masjid Agung Cianjur.

Nah setelah itu anda hanya tinggal masuk deh, ke Alun-alun dan nikmati waktu kamu bersama keluarga.

Lewat Jalan Sinar

Selain menggunakan rute yang atas, anda juga bisa menggunakan rute kedua. Berikut ulasannya:

Lewat Sinar

Jalan Sinar bisa langsung anda lihat saat keluar dari Stasiun Cianjur. Lokasinya tepat di depan gerbang stasiun.

Dari sini anda hanya perlu berjalan lurus, sampai pintu keluar Sinar. Waktunya ya sekitar lima menitan.

Jika sudah keluar anda tinggal belok kanan, berjalan lurus beberapa meter. Anda akan menemukan pertigaan, dari sana kamu cukup belok ke kiri lalu jalan tiga menitan.

Dari sana anda udah bisa lihat gerbang Alun-alun Cianjur, dan sampai deh!.

Nah itu dia trik atau cara ke Alun-alun Cianjur naik kereta api dari Sukabumi. Kamu lebih suka jalan yang mana?  Semoga bermanfaat! (ct2)

Kategori
Today

Aplikasi Akta Kematian Kamboja Sari, Layanan Canggih Kota Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO.ID, SukabumiKota Sukabumi luncurkan aplikasi Kamboja Sari guna mempermudah masyarakat mendapatkan akta kematian, Kamis (9/10/2019) di Balai Kota Sukabumi. Hal ini dikarenakan cakupan akta kematian di Kota Sukabumi di tahun 2018 lalu masih terbilang rendah yaitu sekitar 62 persen.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengungkapkan bahwa layanan akta kematian jemput bola jadi dalam satu hari (Layanan Kemboja Sari) ini merupakan aplikasi pelayanan akta kematian online.

‘’Kemboja Sari merupakan aplikasi pelayanan akta kematian online dokumen yang telah di terbitkan,’’ ujarnya dikutip Republika.co.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan akta kematian. Jadi, ketika data yang dimasukkan sesuai dengan data yang ditentukan maka akta akan diantarkan langsung ke lokasi pemohon. 

Achmad mengatakan, Kamboja Sari diciptakan guna mempercepat layanan kependudukan di Kota Sukabumi. Targetnya cakupan akta kematian sebagai dokumen administrasi kependudukan bisa meningkat dibandingkan sebelumnya.

Achmad menilai, akta kematian sebagai dokumen kependudukan merupakan hal penting. Ia pun berharap aplikasi Kamboja Sari ini terus didukung oleh seluruh pihak dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Data Konsolidasi Bersih (DKB), masyarakat Kota Sukabumi pada semester I 2019 adalah sebanyak 348.131 jiwa. Rinciannya terdiri atas laki-laki sebanyak 175.044 jiwa dan perempuan sebanyak 173.087 jiwa. 

Sedangkan dalam penerbitan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 104.381 jiwa telah memiliki KK atau sebanyak 98.54 persen dari 105.927 KK. Dalam penerbitan KTP-El, dari sebanyak 245.288 wajib KTP dan yang telah memiliki KTP-el sebanyak 243.070 jiwa atau 99 persen.

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Iskandar Ifhan menuturkan, cakupan akta kematian perlu dinaikkan. Hal ini dikarenakan banyaknya anggapan masyarakat yang tentang akta kematian yang dinilai tidak penting. Maka dari itu, aplikasi Kamboja Sari dapat menunjang cakupan tersebut

Selain dengan meluncurkan aplikasi layanan Kamboja Sari, untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan akta kematian Disdukcapil pun melaksanakan sosialisasi dan kerjasama dengan berbagai pihak guna meningkatkan cakupan akta kematian di Kota Sukabumi. (ct1)

Kategori
Today

Rumah Berkah Muamalat Mulai Kick Off, Sukabumi Fokus Bangun RLH

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Kick off program Rumah Berkah Muamalat (RBM) digelar di Madrasah Tarbiyatul Athfal, Karawang Girang, Kecamatan Sukabumi, Jumat (11/10/2019). Kegiatan ini pun dihadiri oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

Kegiatan tersebut bertujuan merenovasi 30 rumah tidak layak huni (RLTH) yang terletak di Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Kadudampit. Selain itu, Kegiatan itu pun dimeriahkan dengan penampilan seni Pencak Silat Tutugan Gunung dan Tari Jaipong Citra Resmi.

Direktur Retail Banking Bank Muamalat Purnomo B. Soetadi mengatakan, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Dengan demikian, Bank Muamalat, BMM dan Bakrie Amanah berinisiatif membantu membangun rumah layak huni melalui program Rumah Berkah Muamalat ini.

“Mudah-mudahan kerjasama yang kami lakukan dapat membantu lebih banyak masyarakat yang tidak memiliki rumah layak huni dan tidak sehat. Dengan adanya rumah yang sehat berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya dikutip laman resmi Kabupaten Sukabumi sukabumikab.go.id

Bupati Sukabumi Beri Apresiasi

Sementara itu, Bupati Sukabumi menyampaikan apresiasi pada program Bank Muamalat, Bakrie dan teman-teman donatur yang lain. Apresiasi tersebut disampaikan karena telah melakukan kegiatan bedah rumah.

“Alhamdulillah kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dengan adanya program dari Bank Baitul Mal Muamalat kerjasama dengan Bakrie Amanah, bantuan ini tentu mengurangi beban masyarakat juga membantu pemerintah yang memang memiliki anggaran terbatas.”

Menyikapi kondisi alam, Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam karena saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Harus memulai membuat sumur sumur resapan, agar aman jika secara tiba-tiba ada pergeseran tanah. Lakukan penanaman pohon-pohon di tanah kosong yang bisa menahan pergerakan tanah.”

Dilakukan pula Penyerahan Buku Rencana Program Rumah Berkah Muamalat dari Direksi Bank Muamalat Indonesia kepada Bupati Sukabumi. Kemudian, dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk renovasi Rumah. Bahkan, pada kesempatan tersebut H. Marwan Hamami memberikan bantuan pembiayaan untuk 1 unit RTLH.

Direksi BMI merobohkan RTLH dengan menggunakan tambang dan dilanjutkan dengan peninjauan Rumah yang sudah direnovasi. Perobohan itu disaksikan Kadis Perkimsih Kabupaten Sukabumi, Kadis Kominposan, Staf Ahli Bupati Sukabumi, Camat beserta unsur Forkopimcam Sukabumi. Selain itu juga, Kades Karawang Girang serta para undangan, Bupati Sukabumi, Direktur Eksekutif BMM, dan Dewan Pengurus Bakrie Amanah. (ct1)

Kategori
Today

Akbar Alamsyah Meninggal, Polisi Tidak Transparan Beri Keterangan

SUKABUMITODAY.CO, Jakarta – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) berpendapat, Kepolisian tidak transparan mengenai kasus Akbar Alamsyah, pemuda yang meninggal saat kerusuhan di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Hal tersebut terlihat berdasarkan pernyataan polisi yang tidak konsisten soal penyebab luka di tubuh Akbar. Akbar sempat koma di rumah sakit selama 15 hari, sampai akhirnya meninggal pada Kamis (10/10/2019) kemarin.

Koordinator Kontras, Yati Andriyani mengungkapkan bahwa Polri tidak bisa bertanggung jawab dan tidak memberikan pernyataan secara lengkap soal Akbar Alamsyah yang meninggal.

“Polri tidak bisa mempertanggungjawabkan masalah ini hanya dengan sepotong-potong dengan memberikan pernyataan yang berubah-ubah. Sebelumnya Polri menyatakan karena dipukul massa, lalu disebutkan karena jatuh dari pagar,” ujarnya dikutip kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Pernyataan yang tidak konsisten itu, lanjut Yati, menunjukkan polisi seolah tidak transparan dalam mengungkap penyebab Akbar koma sampai akhirnya meninggal.

Yati menuturkan, seharusnya pihak rumah sakit dapat menjelaskan mengenai penyebab Akbar koma sampai meninggal.

“Yang dapat menjelaskan mengapa Akbar mengalami luka-luka dan koma, apa penyebabnya, tindakan tindakan medis apa yang sudah dilakukan adalah tim dokter di RS korban sejak di RS Pelni, RS Bhayangkara dan RSPAD,” ujar dia.

“Termasuk menguji apakah lukanya karena jatuh atau karena tindakan lain itu tim dokter, bukan kepolisian,” sambungnya.

Sebelumnya, Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan, berdasarkan penyelidikan, Akbar diduga terluka karena terjatuh dari pagar DPR ketika aksi demo berlangsung.

Asep menyebut, menurut keterangan saksi, kala itu Akbar berupaya menghindari kerusuhan. Tapi, ia malah terjatuh dari pagar dan mengalami luka di kepala sampai akhirnya kritis.

“(Akbar) sedang berupaya untuk menghindari aksi kerusuhan itu melompati pagar di depan gedung DPR saat itu,” tutur Asep.

Keterangan Polisi Berbeda

Namun, keterangan berbeda malah disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Argo menuturkan, Akbar Alamsyah ditemukan di kawasan Slipi, Jakarta Barat oleh petugas Kepolisian pada 26 September 2019 sekitar pukul 01.30 dini hari. Ia mengatakan, Akbar ditemukan dalam keadaan terluka.

“Jam 01.30 (26 September) ada anggota (bernama) AKP Rango yang bertugas di (Polres) Jakarta Barat menemukan seorang laki-laki (Akbar Alamsyah) tergeletak di trotoar,” tutur Argo.

Kemudian, petugas membawa Akbar ke Polres Jakarta Barat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebelumnya, Kontras mempertanyakan keadaan Akbar. Sebab, kepala Akbar membengkak, bibir bengkak, dan hidung berdarah.

Ibu Akbad, Rosminah pun mempertanyakan pernyataan Polri. Sebab, menurut dokter, luka di tubuh Akbar disebabkan terkena benda tumpul.

Menurut dia, bila memang terjatuh dari tangga DPR, wajah Akbar seharusnya tidak sampai lebam.

“Di badan tidak ada lebam, hanya di kepala sama wajah. Kuping juga, terus mata, tidak mungkin jatuh. Kalau jatuh otomatis kepala saja (yang terluka), wajah harusnya aman kalau jatuhnya ke belakang,” katanya.(ct1/bbs)

Kategori
Today

BPBD Catat 627 Bencana Alam di Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sepanjang Januari sampai September 2019 terjadi 627 kasus atau kejadian bencana alam yang tersebar di semua kecamatan.

“Dari hasil rekapitulasi tersebut triwulan pertama dan kedua yakni Januari-Maret serta April-Juni kejadian bencana alam didominasi longsor dan banjir. Sementara triwulan ketiga Juli-September didominasi kebakaran dan kekeringan,” ujar Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna, Jumat (11/10/2019).

Rincian kejadian bencana alam pada triwulan pertama sebanyak 215 kejadian yaitu longsor 118 kejadian, kebakaran 20 kejadian, angin kencang 32 kejadian, banjir 18 kejadian, pergerakan tanah 13 kejadian, gempa bumi tujuh kejadian, kekeringan tujuh kasus dan lain-lain tujuh kasus.

Lalu untuk triwulan kedua ada 119 kejadian dengan rincian kebakaran 29 kejadian, banjir 10 kejadian, longsor 51 kejadian, angin kencang tujuh kejadian, pergerakan tanah tiga kejadian, kekeringan tujuh kejadian dan lain-lain 12 kejadian.

Kemudian di triwulan ketiga terjadi 293 kejadian bencana untuk gempa bumi sebanyak 179 kejadian, kebakaran 51 kejadian, kekeringan 49 kejadian, longsor tujuh kejadian, angin kencang satu kejadian, kejadian, dan lain-lain enam kasus.

“Bencana terbesar terjadi di awal pergantian tahun yakni bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.yang menyebabkan 32 orang meninggal dan satu hilang,” ujar Daeng.

Daeng menuturkan akibat bencana alam ini ribuan jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi. Bagi sebagian warga Sukabumi yang kehilangan rumahnya telah menerima bantuan dan dibuatkan selter seperti bencana pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung.

Memasuki Musim Pancaroba

Bahkan, bantuan lain juga mulai dari peralatan mandi, MCK, makan dan tidur dan makanan siap saji langsung diberikan kepada warga Sukabumi yang menjadi korban bencana alam itu.

Sementara itu, pada Oktober ini telah mulai masuk musim pancaroba. Dengan menandakan dalam sepekan terakhir hampir seluruh kecamatan dilanda hujan berintensitas redah sampai tinggi.

BPBD pun akan meningkatkan pemantauan dan pengawasan dengan menerjunkan relawan penanggulangan bencana alam. Khususnya di setiap wilayah Kabupaten Sukabumi yang rawan longsor dan pergerakan tanah.

Selain itu, dalam tiga hari terakhir terjadi beberapa kasus bencana tanah longsor dan pergeseran tanah. Tentu hal ini yang harus diwaspadai semua pihak. Warga Sukabumi juga mesti selalu mengantisipasi karena kejadian bencana alam dapat terjadi kapan saja.(ct1/bbs)

Kategori
Today

Kunai Ninja Menusuk Wiranto, Ini Fakta Menarik Tentang Kunai

SUKABUMITODAY.CO, Jakarta – Pihak kepolisian membenarkan bila kunai ninja yang digunakan untuk menusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo bahwa pelaku menggunakan kunai ninja untuk menusuk Wiranto.

“Ya (pelaku menggunakan kunai ninja untuk menusuk Wiranto),” kata Dedi dikutip Kompas.com, Jumat (10/10/2019) pagi.

Dedi menuturkan, Menko Polhukam Wiranto mengalami luka tusuk di dua titik.  “Korban yang terkena tusuk ada dua mata luka,” ucapnya.

Selain kunai, terdapat sejumlah senjata ninja yang terkenal seperti shuriken. Shuriken biasanya dilempar ketika dipakai, hal ini dikarenakan setiap sisinya tajam. Bagaimana dengan kunai?

Kunai Biasa Dipakai Menggali Tanah

Dikutip dari berbagai sumber, pada dasarnya kunai adalah senjata yang dibuat sebagai alat untuk menggali tanah. Di zaman ninja, kunai memang dipakai untuk menggali tanah atau melubangi dinding.

Berbeda dengan serial Naruto, ninja asli tidak sepenuhnya bertarung terang-terangan dan mereka cenderunglebih sering bersembunyi. Oleh sebab itu, peralatan seperti kunai pun kegunaannya untuk menggali tanah atau melubangi dinding agar dapat kabur dan bersembunyi.

Sebagian besar senjata ninja memang versi modifikasi dari alat pertanian atau alat sehari-hari lainnya. Jadi, meskipun bentuknya menyerupai pisau, fungsi aslinya bukan digunakan untuk berperang atau menyerang musuh.

Kunai Senjata yang Multifungsi

Selain dipakai menggali tanah, kunai pun dapat digunakan sebagai senjata karena matanya yang tajam. Sehingga dapat berfungsi layaknya pisau kecil atau senjata yang cepat untuk melukai lawan.

Selain itu, kunai pun dapat dilempar, tapi kunai lebih berat dibandingkan senjata ninja lainnya, seperti shuriken.

Kunai Mempunyai Dua Ukuran

Seperti dikutip dari duniaku.com, kunai memiliki dua ukuran, ada yang besar dan kecil. Seperti fungsinya, kunai dengan ukuran besar lebih efisien untuk menggali tanah atau melubangi dinding. sedangkan kunai dengan ukuran kecil dapat digunakan untuk bertarung jarak dekat.

Kunai Terkenal Karena Anime Naruto

Sebelumnya, kunai memang dikenal sebagai senjata ninja, tapi sejak muncul di serial anime Naruto, senjata kunai semakin dikenal. Dalam serial anime Naruto, kunai dipakai sebagai senjata bertarung jarak dekat untuk hampir semua karakter ninja.

Bahkan, karakter figuran dalam serial itu pun lebih sering menggunakan kunai dibandingkan senjata lain seperti pedang. Sejumlah karakter terkenal pun memakai kunai sebagai fungsi lain, seperti Minato yang membuat kunai spesial dengan jurus miliknya atau kunai yang diikat dengan kertas peledak.(ct1/bbs)