Kategori
Today

Mayat Pria Ditemukan Di Rumah Pegawai GSI Cikembar Sukabumi

SUKABUMITODAY.CO, Gunungguruh – Sesosok mayat pria ditemukan tergeletak di sebuah rumah di Kampung Pasir malang RT02 RW26, Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Senin (28/10/2019).

Kapolsek Gunungguruh, Iptu Wahyudi mengungkapkan, mayat pria tersebut diketahui berinisial B (32). Selain itu, Wahyudi mengatakan bahwa mayat itu bukan berasal dari Sukabumi, namun berasal dari Pancoran, Jakarta Selatan.

“Mayat laki-laki tersebut diketahui bernama B. Korban merupakan warga asal Jakarta Selatan Pancoran, daerah Kalibata Pulo,”  ungkapnya, Senin (28/10/2019).

Kapolsek menuturkan, pria itu ditemukan oleh kekasihnya di kamarnya sekitar pukul 12. 10 WIB dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Berdasarkan penuturan pemilik rumah, sebelum meninggal, korban dijemput oleh Siti Nurhayati (42) dari Bogor saat hendak berangkat ke Sukabumi.

Saat di perjalanan, lanjut Wahyudi, korban disebut telah mengeluh karena merasakan sakit. “Ketika tiba di Sukabumi, korban langsung dibawa berobat ke Klinik GMC yang berada di wilayah Cibodas. Usai berobat korban menginap di rumah Siti Nurhayati selama tiga hari,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan Siti, sebelumnya korban sempat muntah darah sekitar pukul 05.00 WIB. Pagi harinya, lanjut Wahyudi, Siti yang memang mempunyai hubungan dekat dengan korban berpamitan karena harus bekerja di PT. GSI Cikembar.

Ketika jam kerja berlangsung, Siti memaksakan untuk pulang dan melihat kondisi kekasihnya yang sedang sakit. “Setibanya di rumah, korban dikabarkan sudah tidak bernyawa,” jelas Wahyudi.

Setelah olah TKP digelar, polisi menemukan obat-obatan berupa obat sesak nafas, panas dingin, jantung, penghilang rasa sakit di dalam kamar tersebut.

“Katanya, itu resep yang diberikan dokter Klinik GMC. Kita akan cek apakah betul rekam mediknya dari klinik GMC,” ungkapnya.

Setelah itu, Mayat pria itu pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Syamsudin Sukabumi, sambil menunggu pihak keluarga korban mengenai pelaksanaan otopsi. “Mudah-mudahan cepat tersambung dengan keluarganya,” tandasnya.(afs/bbs)

Kategori
Today Trending

Cabuli Santri, Oknum Guru Ngaji Terancam Penjara 15 Tahun

SUKABUMITODAY.CO, Sumenep – Gufron (45), oknum guru ngaji di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terancan penjara 15 tahun karena cabul terhadap santrinya. Hal itu terungkap ketika Polres Sumenep menggelar press release pada Rabu, (30/10/2019).

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, mengatakan pihaknya telah menangkap pelaku di Pulau Giliyang, Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Pencabulan itu sudab terjadi beberapa bulan lalu.

“Kejadian tersebut pada bulan Juni 2019 sekitar pukul 00.00 WIB. Korban (S) disetubuhi oleh pelaku di dalam ruang kelas di Yayasan Nurul Imam Alamat Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek,” tuturnya.

Saat itu korban (S) bermalam di rumah pelaku. Sekitar pukul 00.00 WIB, korban di-SMS oleh pelaku untuk datang ke ruang kelas yayasan. Di sana, pelaku sudah menunggunya dan mengajak persetubuhan.

Tak sampai di situ, korban dilakukan pencabulan di kamar Hotel Safari dan berikutnya di dalam kandang ayam di Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S, menjelaskan menurut informasi tersangka Gufron pelaku cabul merupakan ustadz atau guru ngaji. Ia dijerat pasal 81 ayat (1)(3) dan pasal 82 ayat (1)(2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Barang bukti yang diamankan dari kejadian pencabulan tersebut yaitu jaket, kaos, baju dalam dan celana dalam,” tandasnya. (*)

Kategori
Today Trending

Bejat! Tangkal Santet Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Telan Sperma

SUKABUMITODAY.CO, Banten – Junaedi (38), warga Kampung Onyam, Kelurahaan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang tega menggauli anak kandungnya berinisial NK (16) hingga hamil.

Tak puas menyetubuhi, Junaedi juga menyuruh gadis di bawah umur tersebut untuk menelan sperma sebagai obat tangkal santet atau teluh.

Kasus persetubuhan anak kandung oleh ayahnya sendiri ini terbongkar setelah korban bercerita ke ibu kandungnya. Karena tak terima, ibu korban melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fredy Irawan menjelaskan, korban yang masih duduk di bangku SMA selama ini tinggal bersama pelaku.

Modus Tangkal Santet

Sedangkan ibu kandungnya tinggal terpisah usai keduanya bercerai. Selama tinggal dengan ayahnya pada 2018 lalu, korban disetubuhi berulang-ulang hingga hamil.

“Modus operandinya, seolah terdapat santet di tubuh korban. Singkatnya, tersangka menyetubuhi korban dan sisa sperma di kemaluan korban disuruh ditelan untuk mengobati santet atau teluh ditubuh korban. Persetubuhan ini dilakukan berulang-ulang dari 2018 hingga korban hamil,” kata Fredy kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Tangsel, Senin (28/10).

Kasus terbongkar setelah ibu kandungnya curiga dengan perubahan fisik korban saat bertemu.

Setelah didesak, korban akhirnya menceritaknn ke ibu kandungnya perbuatan bejat ayahnya sendiri. Tidak terima atas perbuatan pelaku itu, ibu korban langsung melaporkan kasus ini ke PPA Satreskrim Polres Tangsel.

Setelah mendapat laporan itu, tim PPA Satreskrim langsung bertindak. Selain melakukan visum kepada korban, juga menangkap tersangka di rumahnya.

“Tersangka kami amankan tanpa perlawanan, meskipun awalnya mengelak namun tersangka akhirnya mengaku memperkosa anak kandungnya, terakhir dilakukan, Sabtu (21/9) lalu,” ungkapnya.

Pelaku Tak Kuasa Menahan Hasrat

Menurut Fredy, pelaku mengaku tega memperkosa anaknya sendiri karena tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya setelah bercerai dengan istrinya.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku khilaf dan menyesal telah melakukan perbuatan itu.

“Dari TKP (tempat kejadian perkara_red), kami mengamankan beberapa barang bukti di antaranya satu potong bra warna putih, satu potong celana dalam korban, satu potong celana tersangka,” tuturnya.

Akibat perbuatannya itu, tambah Fredy, pelaku dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 KUHP pidana dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

”Karena dilakukan terhadap korban yang masih dalam asuhan orang tua maka ditambah lagi sepertiga hukuman dari putusan hukuman,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, tetangga tersangka, Ani Susanti (30) mengaku tidak tahu persis kelakuan bejat Junaedi, meski kelakuan bejat itu sudah dilakukan sejak 2018 lalu, seperti keterangan pihak Kepolisian.

“Para tetangga semua kaget setelah tersangka ditangkap polisi. Tetangga tidak mengira, apalagi secara fisik tubuh korban tidak ada perubahan bila dilihat sepintas,” kata perempuan yang rumahnya di depan rumah tersangka.

Dimata tetangga, lanjut Ani, korban berkelakuan baik. Biasanya setelah korban pulang sekolah langsung masuk ke rumah dan tidak pernah main seperti anak seusiannya. Sedangkan, tersangka setiap hari bekerja di salah satu pabrik, Kecamatan Curug.

“Korban orangnya baik, tidak suka main-main. Sejak bapaknya cerai dengan ibunya, korban memilih tinggal dengan tersangka. Mungkin sekolahnya lebih dekat dari rumah bapaknya,” ungkapnya.

Ani berharap, kepolisian bisa memberikan hukuman setimpal atas perbuatan tersangka. Sementara kepada korban, diharapkan tidak putus sekolah.

“Sejak peristiwa itu terbongkar, korban tidak pernah terlihat. Mungkin sedang menenangkan diri di rumah ibu kandungnya. Saya berharap sih, korban tidak berhenti sekolah,” katanya.

Sumber: Bantenraya.com

Kategori
Today

Iuran BPJS Resmi Naik, Segini Besarannya

SUKABUMITODAY.CO, Jakarta – Presiden Jokowi telah menyetujui iuran BPJS Kesehatan yang naik per 1 Januari 2020. Persetujuan itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 yang ditetapkan dan ditandatangani Jokowi pada, Kamis (24/10/2019).

Dalam kebijakan tersebut, iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja mengalami kenaikan sesuai usulan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Sementara itu, iuran Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sudah berlaku sejak 1 Agustus 2019 lalu. Selain itu, kenaikan iuran tersebut rata-rata mencapai 100 persen.

Besaran Iuran BPJS yang Naik

  • Penerima Bantuan Iuran (PBI): Semula Rp23 ribu per orang per bulan menjadi Rp42 ribu.
  • Kelas I: Semula Rp80 ribu per orang per bulan menjadi Rp160 ribu.
  • Lalu, Kelas II: Semula Rp51 ribu per orang per bulan menjadi Rp110 ribu.
  • Kelas III: Semula Rp 25.500 per orang per bulan menjadi Rp 42 ribu.

“Besaran iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O,” demikian tertulis dalam Perpres Nomor 75 itu.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, menjelaskan solusi utama dalam menyelesaikan defisit adalah menaikkan iuran.

Fachmi menuturkan, defisit dapat melebar hingga Rp77 triliun di 2024 jika tidak ada tindakan sama sekali. Namun, Fachmi optimistis jika kenaikan iuran dilakukan sesuai usulan Menkeu, defisit BPJS Kesehatan dapat teratasi sampai 2024.

“Sampai 2024 enggak ada defisit. 2 tahun pertama berat, setelah itu rapi,” kata Fachmi dikutip Kumparan, Rabu (11/9/2019).

Iuran Tak Mampu Menutupi Biaya Layanan

Sementara itu, dilansir laman resmi BPJS Kesehatan, Direktur Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Resiko, Mudiharno mengatakan bahwa iuran saat ini tidak mampu menutupi biaya layanan kesehatan para peserta, maka dari itu iuran BPJS naik.

“Risiko defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) akan semakin membesar. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu layanan kesehatan para peserta saat berobat. Usulan penyesuaian iuran, juga telah memperhitungkan kemampuan masyarakat,dan Pemerintah masih menanggung iuran lebih besar,” ujarnya dalam Media Workshop BPJS Kesehatan di Yogyakarta (23/10/2019)

Mundiharno mengatakan, besaran usulan sesungguhnya masih terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat. Dengan nilai yang diusulkan saat ini, Pemerintah pun masih mendapat porsi atau andil sebesar 73,63 persen dari total besaran penyesuaian.

“Besaran iuran yang akan disesuaikan tidaklah besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan. Untuk iuran peserta mandiri kelas 3, sebenarnya tidak sampai Rp1.500 per hari, hampir sama seperti bayar parkir motor per jam di mall,” ucap Mudiharno.

“Sama juga seperti ke kamar kecil di tempat-tempat umum. Bahkan, untuk peserta mandiri kelas 1, iurannya kurang dari Rp5.500 per hari. Bandingkan dengan buat beli rokok per hari yang bisa menghabiskan lebih dari Rp5.500. Beli kopi di kafe sudah pasti lebih dari Rp5.500,’’ imbuhnya.

Masyarakat Miskin Iurannya Ditanggung Pemerintah

Masyarakat miskin dan tidak mampu, lanjut Mudiharno, iurannya ditanggung Pemerintah lewat APBN dan penduduk yang didaftarkan oleh Pemda dan dijamin iurannya oleh APBD.

Sementara untuk buruh dan pemberi kerja, penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp8 juta sampai dengan Rp12 juta saja. Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut, tidak terkena dampak.

“Untuk peserta buruh dan pemberi kerja, berdampak menambah iuran sebesar rata-rata Rp27.078 per bulan per buruh angka ini sudah termasuk untuk 5 orang, yaitu pekerja, 1 orang pasangan suami atau istri dan 3 orang anak. Artinya beban buruh adalah Rp.5.400 per jiwa per bulan,” kata Mundiharno.

Perlu diketahui, dari 221 juta peserta JKN-KIS, hampir separuhnya dibiayai oleh pemerintah. Tepatnya, ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN. Selain itu, 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah yang luar biasa agar Program JKN-KIS yang telah memberikan manfaat bagi orang banyak ini dapat terus diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.(afs)

Kategori
Gaya Hidup

7 Destinasi Wisata Sukabumi yang Kece Badai

SUKABUMITODAY.CO – Sukabumi dikenal sebagai daerah yang memiliki wisata dan pemandangan yang indah. Terlebih, Sukabumi pernah dijadikan latar syuting film Keluarga Cemara.

Dalam film, Sukabumi terlihat begitu indah, asri, dan alami. Kali ini Sukabumi Today telah merangkum 7 destinasi wisata kece di Sukabumi. Simak ulasannya!

Jembatan Gantung Situ Gunung

Jembatan fenomenal di Sukabumi ini berada di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Resor Situ Gunung. Panjang jembatan ini sekitar 240 meter, bahkan jembatan gantung ini diklaim menjadi yang terpanjang di Asia.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke sini harus membayar tiket masuk sekitar Rp18 ribu per orang. Selain itu, kamu juga harus mengenakan alas kaki yang tepat, sebab sepanjang perjalanan, kamu akan melewati jalan setapak yang penuh bebatuan.

Curug Sawer

7 Destinasi Wisata Sukabumi yang Kece Badai
Instagram/yanie.ay27

Ketika berkunjung ke Sukabumi, air terjun atau curug merupakan salah satu destinasi wisata terbaik. Di Sukabumi, kamu dapat datang ke Kecamatan Kadudampit untuk menikmati menawannya Curug Sawer. Meskipun terletak di tengah hutan, lokasinya cukup mudah dijangkau.

Agar dapat melihat air terjun setinggi 30 meter tersebut, kamu harus merogoh kocek sekitar Rp2.500. Selain itu, Curug Sawer dibuka mulai pukul 08.00 sampai 17.00.

Curug Cimarinjung

7 Destinasi Wisata Sukabumi yang Kece Badai
Instagram/bilabillkung

Selain Curug Cimarinjung, ada dua curug lainnya bernama Dogdog dan Nyelempet. Namun, kamu perlu waspada agar dapat ke sana, jalannya cukup sulit. Liburan ke sini tidak akan bikin dompetmu meringis, karena tiketnya pun cuma Rp3 ribu.

Bukit Karang Para

7 Destinasi Wisata Sukabumi yang Kece Badai
Instagram/nikhyuga

Memang tidak cukup 1-2 hari berwisata ke Sukabumi, Sebab wisata Instagramable yang dapat kamu kunjungi cukup banyak. Salah satunya adalah bukit Karang Para. Bukit ini berada di Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu.

Di lahan seluas 12 hektare itu, kamu akan puas bermain seharian penuh. Banyak tempat instagramable yang siap menyambutmu, seperti jembatan hati misalnya. Berwisata ke sini relatif terjangkau, karena tiket masuk pun hanya Rp2 ribu; tiket selfie Rp2 ribu; dan tarif parkir Rp2 ribu.

Santa Sea Waterpark

7 Destinasi Wisata Sukabumi yang Kece Badai
Instagram/seasantawaterpark

Bila pilihan wisatamu terletak di pusat kota, Santa Sea Waterpark dapat menjadi salah satu referensi kece buatmu. Taman rekreasi air paling besar di Sukabumi ini berada di Jalan Lio, Santa, Kelurahan Gedong Panjang.

Tiket masuknya seharga Rp40 ribu (hari kerja), Rp60 ribu (akhir pekan), dan Rp70 ribu (hari-hari libur). Dengan Kapten Bart sebagai maskotnya, Santa Sea membawa kamu untuk menjelajahi beragam wahana air seperti, asian hot spring, amazon river, forest jungle, racing slide, dan masih banyak lagi.

Pantai Amanda Ratu

Instagram/za_co

Tidak hanya menawarkan air terjun dan rekreasi air, kamu pun dapat berlibur ke pantai. Pilihannya bermacam-macam, misalnya Pantai Amanda Ratu di Desa Purwasedar. Pantai ini mirip Tanah Lot di Bali, karena ada sebuah pulau kecil di tengah perairannya.

Pantai ini buka 24 jam, di dalamnya telah tersedia beragam fasilitas keren. Bila ingin bermalam, kamu dapat memilih bermacam-macam penginapan. Seperti, Amandaratu Resort yang terkenal. Tiket masuk ke pantai ini pun termasuk terjangkau, sekitar Rp5 ribu per orang.

Pantai Cicaladi

Instagram/saepul71

Terakhir, ada Pantai Cicaladi atau Karang Bolong yang berada di Desa Sukatani. Hal yang membuat kece tempat ini adalah adanya ombak besar yang sesekali menabrak tebing karang. Hati-hati ketika melihatnya, sebab getarannya dapat terasa di tempatmu berdiri.

Sore hari adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke sini. Selain kamu dapat menikmati keindahan matahari terbenam, air lautnya pun tengah surut. Kamu dapat memiliki tempat baru untuk bermain di tepi pantai sampai 21.00.

Itulah, 7 destinasi wisata di Sukabumi yang kece. Kamu piliih berlibur kemana? Semoga bermanfaat!(afs)

Kategori
Trending

Diperiksa 1X24 Jam Atas Dugaan Prostitusi Online, PA Sudah Bisa Pulang

SUKABUMITODAY.CO, BATU – Kasus prostitusi online yang melibatkan pesohor seakan tak ada habisnya. Pada Jumat (25/10) malam, personel Polda Jawa Timur kembali mengungkap bisnis prostitusi yang kali ini menjerat seorang public figure berinisial PA.

PA ditangkap di salah satu hotel di Kota Batu, Jawa Timur, bersama tiga orang lain yakni terduga muncikari, Julendi, pelanggan berinsial YW, dan sopir yang mengantarnya ke Batu.

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, menyebut PA merupakan mantan finalis Putri Pariwisata tahun 2016.

“Iya (Putri Pariwisata) mungkin saja,” ucap Leo di kantornya, Sabtu (26/10).

Berangkat Ke Batu Bersama Mucikari

Leo menjelaskan, PA berangkat ke Batu dari Jakarta untuk memenuhi layanan transaksi seksual dengan YW yang memiliki KTP NTB. Dirinya ditemani seorang muncikari dalam transaksi seksual tersebut.

“Kalau dari domisilinya di Jakarta, yang kita lihat keterangannya dan tiket yang dia bawa ada dari Jakarta landing di Malang,” ujarnya.

“(Di kamar) cuma berdua, yang mucikari ada di kamar lain dan sopir di luar. Karena dia (sopir) antar dan sewa saja dan dia hanya sebagai saksi. Karena dia hanya mengantarkan yang disewa dan mengantarkan,” imbuhnya.

Meski demikian, Leo enggan membeberkan rinci siapa PA dan YW. Sebab pihaknya masih memeriksa keempat orang itu.

“Sekarang masih proses pemeriksaan 1×24 jam utk menentukan tindak lanjut dari pemeriksaan empat orang,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan pihaknya menemukan bukti transaksi prostitusi yang melibatkan PA. Bukti transaksi itu nilainya mencapai Rp 13 juta.

“Ada Rp 13 juta itu untuk uang muka,” kata Barung di Makassar, Sabtu (26/10). “Petugas menemukan aliran dana dan langsung menyita bukti itu”.
Menurut Barung, duit tersebut ditransfer oleh YW langsung ke rekening PA.

Barung mengatakan, transaksi menggunakan akun media sosial untuk branding dan menjajakan diri ke penggunanya.

“Dia gunakan media sosial untuk melakukan branding. Dan setelah transaksi deal, langsung ok. Makanya kami berani mengatakan ini prostitusi online,” ujar Barung.

Barung menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaaan, polisi telah menetapkan PA dan Julendi sebagai tersangka.

“Tersangkanya adalah satu muncikari, kedua adalah PA itu sendiri,” tutup Barung.

Updated

Polisi telah memulangkan PA usai bersaksi selama 1×24 jam. “Sementara ini masih saksi,” jelas Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Gideon Arif Setyawa, di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (27/10) dini hari.

Pemulangan serta penetapan status saksi terhadap PA, otomatis meralat ucapan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Sebelumnya, Frans menyebutkan PA ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, sang muncikari, Juleni, ditetapkan sebagai tersangka. “Sementara si J yang pasti (tersangka), pasal 296 KUHP 506, menerima atau mengambil keuntungan dari kegiatan itu prostitusi,” ujar Gideon.

Kategori
Today

Gempa di Sukabumi Tidak Menyebabkan Kerusakan

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Gempa bermagnitudo 3,7 terjadi di Sukabumi, Sabtu (26/10/2019) pukul 17.50 WIB. Berdasarkan informasi di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di 6.93 Lintang Selatan, 106.61 Bujur Timur 35 km Barat Daya Kota Sukabumi dengan kedalaman pusat gema 4 km.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, memastikan pascagempa bumi bermagnitudo 3,7 yang berpusat di Sukabumi, tidak ada kerusakan bangunan, baik permukiman masyarakat maupun fasilitas lainnya.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, baru dua kecamatan yang melaporkan gempa tersebut.

“Hingga saat ini baru ada satu kecamatan, yakni Simpenan yang melaporkan merasakan getaran gempa yang terjadi pada Sabtu, (26/10/2019) sekitar pukul 17.50 WIB,” ucapnya, dikutip Merdeka.com.

Menurut Daeng, gempa tidak terlalu dirasakan dan tidak berdampak kepada kerusakan. Namun, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada atau mengantisipasi adanya gempa susulan.

Selain itu, masyarkat pun diminta jangan percaya dengan informasi hoaks mengenai gempa yang dapat menyebabkan kepanikan. Walaupun demikian, warga tetap diminta siaga karena bencana dapat datang kapan saja.

“Kami masih menunggu laporan dari relawan BPBD yang bertugas di tingkat kecamatan untuk melakukan penyisiran. Namun, sampai kini baru satu laporan yang merasakan getaran gempa dan itu pun tidak ada kerusakan,” kata dia.

Sementara itu, personel Unit Reaksi Cepat BPBD Kecamatan Simpenan Yayan menuturkan, gempa tersebut tidak terlalu dirasakan dan durasinya sekitar dua detik. Namun, sebagian masyarakat sempat berhamburan keluar rumah.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa itu,” katanya. Seperti dikutip Antaranews.com.(afs/bbs)

Kategori
Today

Ponpes Salafiyah Salamina Kebakaran Sehari Jelang HSN

SUKABUMITODAY.CO, Cianjur – Kebakaran menghanguskan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Salamina di Ciranjang, Senin (21/10/2019). Api juga melalap rumah milik Ustadz Agus Komarudin di Kampung Bantar Gebang RT 02/RW 18, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian materil ditaksir hingga puluhan juta rupiah.

Kapolsek Ciranjang, Kompol Kuslin, mengatakan kebakaran ponpes Salafiyah Salamina itu terjadi sekitar jam 13.00 WIB. Menurut keterangan para saksi, api berawal dari bangunan pondok pesantren di lantai dua kobong atau kamar nomor empat sebelah barat. Api diduga akibat arus pendek aliran listrik dari kamar tersebut.

Melihat api membara, saksi berteriak memanggil rekan-rekannya supaya keluar menyelamatkan diri.

“Serta meminta pertolongan kepada warga terdekat untuk memadamkan api,” paparnya kepada Cianjur Today, Senin (21/10/2019).

Hembusan angin pada saat itu sangat besar, ditambah matrial bangunan pesantren pun banyak terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar, membuat kobaran api cepat menjalar. Akibatnya api merembet ke bangunan rumah sebelahnya.

“Rumah pemilik pesantren tersebut ikut terbakar,” terangnya.

Api dapat dipadamkan oleh satu unit kendaraan Damkar Ciranjang. Dalam kejadian tersebut bangunan pesantren habis terbakar hingga 100 persen, sedangkan bangunan rumah milik ustadz Agus, terbakar sekitar 60 persen.

“Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil mencapai sekitar Rp70 juta,” ujarnya.

Mengungsi Di Tenda

Para santri terpaksa mengungsi di tenda. Kebakaran menghangsukan bangunan dan barang-barang milik para santri.

Kakak salah seorang santri, Ana Hidayatullah, mengatakan adiknya yang bernama Muhammad Syahrul dan santri lain mengungsi di tenda yang dekat dengan lokasi kebakaran. Selain itu, ia mengatakan ponsel adiknya hilang saat kebakaran.

“Info terakhir yang saya dapat, santrinya mengungsi di tenda yang dekat dengan lokasi kebakran. Saya udah menanyakan kondisi terbarunya namun belum ada balasan. HP adik saya juga hilang pas kejadian,” tuturnya saat dihubungi Cianjur Today, Selasa (22/10/2019).

Ana yang saat ini tengah berada di Bogor mengungkapkan, terakhir kali ia berkomunikasi dengan adiknya kemarin, Senin (21/10/2019) ketika kebakaran terjadi. Bahkan, adiknya terpaksa meminjam ponsel santri lain.

“Terakhir kali dia ngasih kabar lewat messenger ke saya. Itu pun dia harus pinjam dulu HP santri lain,” kata dia.(ct1/yan)

Kategori
Pendidikan

Kemenag Sukabumi Imbau Para Santri Rayakan Hari Santri Nasional 2019

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2019, Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, mengimbau seluruh santri di Kabupaten Sukabumi untuk merayakannya. Rencananya perayaan tersebut akan digelar di Masjid Raudhatul Irfan, di Jalur Lingkar Selatan – Cibolang, Kecamatan Cisaat, Selasa (22/10/2019) mendatang.

Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Abas Resmana menuturkan, surat himbauan telah ditujukan kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Forum Komunikasi Pendidikan Al Quran (FKPQ), Forum Pondok Pesantren (FPP), Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA).

Kemudian kepada Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTS), Kelampak Kerja Madrasah Aliyah (KKMA), Kelompak Kerja Madrasah lbtidaiyah (KKMIl). Serta, seluruh Kepala KUA di Kabupaten Sukabumi dan para santri.

“Surat himbauan tersebut, sudah kami edarkan kepada mereka sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019,” jelasnya dikutip Radar Sukabumi (18/10/2019).

Pada perayaan tahun ini ini, lanjut Abas, Kemenag akan menggelar upacara dengan mengerahkan ustadz, guru, dan seluruh santri.

“Untuk peserta upacara laki-laki, kami sarankan agar mengenakan pakaian koko putih, peci hitam, dan mengenakan sarung,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya pun meminta kepada seluruh KUA, Pokjawas, Pokjaluh, MI, MTs, MA, FKDT, FKPQ dan FPP untuk memasang spanduk Hari Santri Nasional yang bertajuk Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama. Tujuannya memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara muslim moderat terbesar di dunia yang berkontribusi positif bagi perdamaian dunia. Serta menghapus stigma pendidikan Islam sebagai sumber pemahaman esktrimisme dan radikalisme,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peringatan Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan ini bertujuan untuk meneladani semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang disuarakan para ulama. (ct1)

Kategori
Gaya Hidup

Yuk! Main Riverboarding di Irigasi Sungapan Cipelang Gede

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Irigasi ternyata dapat jadi lokasi bermain air yang seru, lho. Datang aja ke irigasi Sungapan Cipelang Gede, di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, di sini, pengunjung dapat melakukan riverboarding yang jaraknya 150 meter.

Semua itu merupakan hasil kerja keras Pemuda Karang Taruna dari tiga kelurahan yaitu Gunungpuyuh, Karang Tengah dan Kramat yang menata sedemikian rupa irigasi sampai bendungan Sungapan ini. Selain riverboarding, di tempat ini pun akan dibangun berbagai macam permainan dengan konsep adventure dan edukasi alam.

“Kami juga akan sediakan camping ground, tubing, arum jeram, sepeda gantung dan lainnya. Alhamdulillah tiga kelurahan mensuport kegiatan dan rencana pemuda Karang Taruna,” tutur Sekretaris Karang Taruna Nirwana Kelurahan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Mulyana, dikutip sukabumiupdate.com, Jumat (17/10/2019).

Berawal Dari Kegiatan Bersih-Bersih Sungai

Mulyana menuturkan, mulanya tidak terpikirkan irigasi Sungapan Cipelang Gede itu dijadikan objek wisata air. Tapi, lebih menjaga lingkungan dan penanggulangan sampah di aliran sungai.

“Kami mulai dengan gotong royong membersihkan anak sungai di wilayah RW 05, 06, dan 08 Kelurahan Gunungpuyuh. Kemudian ke pintu irigasi Sungapan Cipelang Gede, baru muncul gagasan dan tercetus untuk dijadikan destinasi wisata air,” kata dia.

Menurutnya, potensi objek wisata di irigasi Sungapan itu cukup bagus dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. “Dengan dijadikannya objek wisata diharapkan, selain menjaga kelestarian lingkungan sungai juga meningkatkan pemasukan bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Lurah Gunungpuyuh, Kusnadi bersyukur lantaran pemuda karang taruna dan masyarakat aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Dari gerakan bersih-bersih lingkungan ini, berlanjut keinginan membuka destinasi wisata air dengan bermacam-macam permainan seperti riverboarding di irigasi Sungapan Gede ini.

“Rencananya ada juga olahraga air, sehingga nantinya bisa dinikmati oleh warga sekitar khususnya dan umumnya Sukabumi,” jelasnya.

Kusnadi berharap masyarakat tidak membuang sampah lagi ke sungai dan meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan. Bahkan, dapat memilah sampah dari rumah, sebab masalah paling utama adalah kesadaran masyarakat membuang sampah.

“Potensi wisata di Gunungpuyuh sebetulnya tidak hanya wisata air saja, tetapi masih banyak potensi lainnya. Tinggal mencari dukungan dan peran serta yang positif dari pemerintah, dinas terkait, swasta dan masyarakat. Intinya kami mendukung kegiatan positif pemuda karang taruna ini,” imbuhnya.

Selain itu, Kabid Pengendalian dan Pengawasan Pencemaran Lingkungan (PPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Suhendar Syarif menuturkan, kegiatan ini menjadi hal langka. Sebab, ada kesadaran dan kepedulian warga sekitar terutama dalam mengembalikan fungsi sungai.

“Selain memperhatikan fungsi, juga memperhatikan estetika lingkungan dengan penataan yang rapih dan menarik, sehingga menjadi destinasi wisata,” tandasnya.(ct1)